Support Mobil Sapuangin, kaos bertandatangan Gus Ipul dilelang Rp 40 juta

Hasil lelang mencapai Rp 150 juta

Gus Ipul dan sejumlah pengurus IKA ITS saat menyerahkan kaos bertandatangan dirinya yang dilelang untuk support Mobil Sapuangin karya ITS. Kaos itu berhasil didapatkan oleh David Jethrokusumo dari Adi Putro dengan harga lelang tertinggi Rp 40 juta. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Mobil Sapuangin XI EVO 1 karya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya resmi dilaunching oleh Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Minggu (12/3/2017).

Mobil yang tak biasa ini juga telah berulang kali diikutkan lomba di ajang kejuaraan dunia. Sejak dirilis tahun 2010, mobil berbahan bakar diesel yang juga hemat energi itu telah mengalami berbagai perubahan (evolusi).

Kini, salah satu karya kebanggaan ITS tersebut punya nama baru yaitu Mobil Sapuangin XI EVO 1. Menurut General Manajer Tim Sapuangin ITS Annas Fauzy mengungkapkan Mobil Sapuangin ini mengalami beberapa penyempurnaan dibanding generasi yang sebelumnya. Tentunya melalui proses riset yang panjang sejak November tahun 2016 lalu.

Ia juga menjelaskan keunggulan Mobil Sapuangin yang terbaru yakni diklaim bisa menempuh jarak mencapai 340-400 km hanya dengan satu liter BBM. “Ini merupakan pencapaian besar. Sebelumnya pada ajang kejuaraan Shell Eco-Marathon (SEM) Asia, Mobil Sapuangin hanya mampu menempuh jarah sejauh 250 km per liter,” tutur Fauzy.

Selain itu, penyempurnaan juga dilakukan pada struktur rangka, sehingga bobotnya menjadi lebih ringan. Kendati lebih ringan, material yang digunakan untuk Sapuangin XI EVO 1 ini tetap aluminium. Tim juga berfokus pada mesin yang digunakan. “Mobil kali ini menggunakan Yanmar Engine dengan Hydraulic System dan kemudi berbasis Acckemann,” katanya.

Mesin yang kali ini digunakan pun, lanjut Fauzy, telah dirancang dengan beberapa kali evaluasi sehingga mengurangi gesekan yang tidak efisien. Tampil dengan warna hitam elegan, mobil berdimensi 2,7 meter x 1,4 meter x 1,2 meter ini pun diujicobakan langsung di hadapan para tamu undangan.

Dalam waktu dekat, Sapuangin akan kembali dilombakan di ajang internasional yaitu SEM Asia 2017 pada kategori Urban Concept kelas Internal Combustion di Changi Exhibition Center, Singapura pada 16-19 Maret mendatang.

Sementara untuk mendukung pembiayaan Tim Sapuangin, Ikatan Alumni (IKA) ITS menggelar kegiatan lelang kaos yang ditanda tangani para pejabat dan eks pejabat. Termasuk melibatkan Gus Ipul untuk membubuhkan tanda tangannya untuk kaos serta replika Mobil Sapuangin yang dilelang.

Tak tanggung-tanggung, hasil lelang sejumlah barang tersebut dapat meraup keuntungan yang cukup besar dengan total Rp 150 juta. Khusus untuk lelang kaos yang bertandatangan Gus Ipul dihargai senilai Rp 40 juta. Penawar tertinggi adalah David Jethrokusumo, salah satu direksi Adi Putro.

Menanggapi itu, Wagub Jatim Gus Ipul mengaku terkejut dengan harga kaos yang ada tanda tangannya dan terjual dengan Rp 40 juta.

“Luar biasa. Saya enggak nyangka hasil lelang kaos yang saya tandatangani dibeli dengan harga segitu. Yang jelas saya sepakat juga mereka anak-anak kita berprestasi ini memang perlu support. Mobil Sapuangin ini kan hasil inovasi anak-anak mahasiswa ITS. Saya berdoa, semoga Sapuangin ITS bisa juara di Singapura,” harap orang nomor dua se-Jatim ini.

Pihaknya menegaskan hasil karya semacam ini dibutuhkan terus inovasi yang terbarukan. Apalagi jika inovasi dari anak-anak mahasiswa ITS ini hasilnya terus diperbaiki dan dipatenkan, maka Pemprov siap membeli sejumlah Mobil Sapuangin tersebut.

“Kalau terus diperbaiki dan dipatenkan. Kemudian diproduksi massal, provinsi (Pemprov Jatim) siap beli,” tukasnya.

Selain melibatkan Gus Ipul dalam acara lelang, pihak internal IKA ITS juga dilibatkan membubuhkan tandatangan untuk sejumlah barang yang dilelang. Seperti Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA yang juga mantan Menteri Pendidikan Nasional, Ketua PP IKA ITS Pusat Dr Ir Dwi Soetjipto, serta Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.@sarifa

TULISKAN KOMENTAR