Kartu GSM+ dari Smartfren bisa digunakan di smartphone 4G berbasis GSM

Untuk band 5 dan band 40

Muhammad Cahyadi, Regional Head North East Java Bali Lombok PT Smartfren Telecom Tbk memamerkan kartu perdana 4G Gaya Semau-Mu (GSM+) di Surabaya, Selasa (14/03/2017). Foto-Eld

LENSAINDONESIA.COM: PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) luncurkan kartu perdana 4G Gaya Semau-Mu (GSM+). Kartu tersebut memungkinkan dipakai pada handset 4G dengan merek tertentu. Seperti halnya, Samsung Galaxy Note 5, Galaxy S series dan Galaxy J series, Lenovo Vibe K5, K Plus, K6 Power, Note, A6010, Oppo A39, F1 Plus serta Motorola Z series.

“Kartu 4G GSM+ kami hadirkan sebagai bukti jika layanan Smartfren 4G LTE kami kini sudah bisa digunakan di semua handphone 4G LTE GSM yang ada di pasaran mulai dari entry level class hingga premium class yang memiliki kemampuan mendukung band 5 dan band 40, tak terbatas hanya di smartphone Andromax saja. Dan bisa dijadikan catatan juga bahwa semua smartphone yang bisa menggunakan kartu ini, bukan merupakan program bundling dengan Smartfren,” ujar Muhammad Cahyadi, Regional Head North East Java Bali Lombok PT Smartfren Telecom Tbk kepada Lensaindonesia.com, Selasa (14/03/2017).

Mengusung strategi open market handset (OMH) ini, Smartfren bertujuan menaikkan penetrasi pelanggan 4G.

“Di tahun ini, total pelanggan Smartfren secara nasional mencapai 13 juta dan tahun ini pula kami targetkan melonjak hingga 15 juta. Sementara untuk penetrasi 4G, kami targetkan bakal meningkat,” tandas Cahyadi.

Konsep OMH kali ini menggandeng produsen handset global tersebut untuk mengincar pengguna loyal dengan brand tertentu. Sedangkan Andromax, pengguna yang diincar lebih menyasar segmen menengah ke bawah yang selalu merespon harga dan spesifikasinya.

“Sangat sesuai dengan nilai rata-rata penggunaan pulsa tiap pelanggan (average revenue per user/ARPU) di Smartfren kini mencapai Rp70.000 per bulan. Sedangkan untuk pengguna Mifi sebesar Rp150.000 per bulan,” pungkas Cahyadi.@Eld-Licom