Di-bully di medsos karena nyagub, Ridwan Kamil: Tidak akan baper

Siap tak terpilih jadi gubernur

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil naik sisingaan bersama Ketua DPW Nasdem Jabar Saan Mustopa saat deklarasi dukungan NasDem pada RK di Lapangan Tegalega. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil resmi diusung Partai NasDem untuk maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jawa Barat tahun depan. Ternyata banyak yang menyayangkan keputusannya untuk bertarung memperebutkan kursi panas gubernur itu.

Bahkan, di akun media sosialnya dibanjiri bully sejumlah netizen yang mau menerima pinangan partai politik untuk maju di Pilgub Jabar. “Jadi sekarang ada yang bully, itu sudah takdir berpolitik. Tidak akan baper,” katanya di akun Facebooknya, Senin (20/3/2017).

Dia mengatakan setiap pilihan situasi politik selalu ada yang suka juga tidak suka. Pria yang juga arsitek itu sudah mengalaminya di tahun 2013 lalu dimana banyak teman-temannya yang memilih menjauh lantaran ikut pilwali didukung partai. Meski sedih, dia melaluinya dengan ikhlas dan bekerja maksimal saat terpilih jadi wali kota Bandung.

Dia juga membantah bila pilihannya maju jadi calon gubernur Jawa Barat karena menuruti syahwat politiknya. Pasalnya, saat pilgub digelar amanahnya sebagai wali kota sudah tuntas dijalankannya selama lima tahun.

“Kalau ikut syahwat politik mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun. Selesai on time. Janji Bandung belum beres? Betul. Namun masih ada 2 tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi,” jelasnya.

Adapun alasan Emil menerima dukungan dari Partai NasDem tak lain dan tak bukan adalah karena tidak ingin dikesankan sebagai sosok yang sombong. Apalagi, upayanya untuk berkomunikasi dengan partai yang pernah mengusungnya di Pilwali Bandung masih belum ada respon positif. “Boro geer gede rasa pasti didukung, apek teh ternyata teu jadi?,” ujarnya beretorika.

Dia sendiri tak menggantungkan diri sepenuhnya pada Partai NasDem karena menurutnya keputusan pastinya masih sangat jauh. Yaitu saat pendaftaran ke KPUD yang prosesnya masih panjang dan berliku. “Toh keputusan pastinya masih jauh. Esok lusa ada tambahan dukungan ya ditunggu, tidak juga ya diterima saja takdirnya,” katanya.

Menurutnya, politik merupakan salah satu cara memperjuangkan nilai dan cita-cita yang prosesnya tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Dia juga tak takut bila tak terpilih jadi gubernur karena sedari awal tak ada niat mencari nafkah di politik. Emil bahkan siap kembali “pulang” mengajar dan menjadi arsitek kembali.

“Tidak untuk disetujui atau diperdebatkan. Hanya menceritakan dimensi-dimensi pertimbangan hari ini. Hatur Nuhun,” pungkasnya. @arie/licom