Instansi pelayanan publik dilarang tolak surat pengganti e-KTP

Dispenduk capil tetap rekam data

Kepala Dispendukcapil Suabaya, Suharto Wardoyo. Foto: Iwan/LensaIndonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Suharto Wardoyo tetap mengeluarkan surat keterangan pengganti KTP elektronik. Hal ini dikarenakan belum tersedianya blanko bagi warga yang hendak mengurus KTP elektronik.

Suharto juga menyampaikan tetap melakukan perekaman KTP elektronik bagi warga yang belum melakukan perekaman. Seperti Selasa (21/03/2017) besok, Dispendukcapil akan melakukan perekaman KTP elektronik di UPTD Babat Jerawat

“Surat keterangan ini berlaku enam bulan. Ini bisa digunakan untuk keperluan perbankan, asuransi, BPJS, kepolisian (semisal pengurusan SIM/STNK), imigrasi dan juga Pilkada. Dan kami mohon instansi pelayanan publik tidak menolak surat keterangan ini,” jelas pria yang akrab disapa Anang ini, kepada wartawan, Senin (20/03/2017).

Suharto Wardoyo mengungkapkan, hingga saat ini jumlah warga yang mengurus Surat keterangan Pengganti E-KTP hampir 300 ribu orang. Jumlah tersebut hampir sama dengan warga yang belum melakukan perekaman E-KTP.

Untuk mempercepat proses perekaman, Dispendukcapil tetap membuka layanan perekaman di kantornya gedung Siola. Pada hari kerja, Senin hingga jumat, Pk. 09.00 – 20.00 WIB, sedangkan Sabtu, Pk. 09.00 – 16.00 WIB

“Yang belum rekam hampir 300 ribu orang. Kita sudah buka pelayanan di Siola karena lebih mudah dan terintegrasi dengan semua layanan,” katanya.

Sementara itu, terkait penggunaan aplikasi e-Lampid yang telah diresmikan sejak tahun 2015 lalu, pihaknya mengatakan direspons positif oleh warga Kota Surabaya. Respons positif itu terlihat dari banyaknya warga yang memanfaatkan pelayanan online kependudukan, e-Lampid.

Enam layanan kependudukan yang bisa diurus secara online melalui e-Lampid yakni akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, akta perceraian, surat keterangan pindah datang, serta surat keterangan pindah keluar.

“E-Lampid ini sudah mengalami pengembangan. Bila dulunya hanya melayani empat layanan kependudukan, kini sudah enam pelayanan. Aplikasi ini juga sudah diadopsi oleh Pemkot Jayapura,” tegas.@wan