Presiden Uber Jeff Jones mengundurkan diri

Timbulkan guncangan baru

Seorang pria keluar dari kantor Uber di Queens, New York, U.S. (REUTERS/Brendan McDermid)

LENSAINDONESIA.COM: Perusahaan layanan transportasi, Uber Techologies Inc kembali diguncang masalah. Presiden Uber, Jeff Jones, seorang pakar pemasaran yang disewau ntuk menaikkan reputasi uber, memutuskan mundur.

Padahal, Jones baru bergabung selama tujuh bulan dengan perusahaan asal San Fransisco itu, kata juru bicara Uber, Senin (20/3/2017).

Dalam statemen pada Reuters, Jones mengatakan dia tidak bisa meneruskan pekerjaannya dengan alasan alasan ketidakcocokan.

“Saya bergabung dengan Uber karena misinya dan tantangan untuk membangun kapabilitas global yang membantu perusahaan untuk tumbuh dalam waktu lama,” kata Jones.

“Tapi sekarang jelas, apa yang saya percayai dan pendekatan yang saya lakukan inkonsisten dengan yang saya lihat dan alami di Uber, dan saya tidka bisa meneruskan posisi sebagai presiden layanan transportasi tersebut,” kata Jones sembari berharap ribuan orang luar biasa di dalam perusahaan akan baik-baik saja.

Awal bulan ini, Uber mengeluarkan pengumuman mencari pejabat baru untuk membantu CEO Tarvis Kalanick. “Kami ingin berterima kasih pada Jeff untuk enam bulan di perusahaan ini dan kami doakan yang terbaik,” demikian bunyi keterangan tertulis Uber.

Sebelumnya, Jones merupakan presiden marketing bagi Target Corp. Jones bergabung dengan Uber sejak Agustus lalu dan digadang menjadi Kalanick kedua. Ia bertugas mengatasi operasi global Uber, termasuk memimpin program, layanan lokal di tiap kota, pemasaran dan layanan pelanggan.

Sebelum Jones keluar, eksekutif teknik Uber Amit Singhal diminta mengundurkan diri menyusul dugaan pelecehan seksual saat ia bekerja di Google Alphabet Inc.

Awal bulan in, Ed Baker, wakil presiden produk dan pertumbuhan Uber juga mundur. Pada saat yang sama, peneliti keamanan Uber Charlie Miller meninggalkan perusahaan itu.

Uber beberapa waktu belakangan ini menghadapi serangkaian kontroversi sehingga menimbulkan pertanyaan bagaimana nasib perusahaan ini di tangan Kalanick.

Seorang mantan pegawai Uber bulan lalu membuat tulisan yang menyebutkan tempat kerja itu menganggap lazim untuk pelecehan seksual dan tidak dihukum. Unggahan tersebut lalu diinvestigasi oleh mantan pengacara kota AS Eric Holder.

Media bisnis Bloomberg pernah memuat video Kalanic memaki seorang pengemudi yang memprotes pemotongan tarif yang dibayarkan kepada para pengemudi. Kalanick, akhirya menyampaikan permintaan maaf terbuka.

Dan awal bulan ini, Uber mengakui penggunaan program rahasia bernama Greyball. Program ini akan mengubah tampilan aplikasi untuk pengendara demi menghindari pihak berwenang di kota-kota yang melarang layanan transportasi online itu.

Uber juga menghadapi tuntutan dari Alphabet Inc’s atas tuduhan mencuri desain untuk mobil Lidar. Uber sendiri telah membantah tuduhan tersebut.

Organisasi Independent Drivers Guild, yang mengadvokasi sopir Uber, mengkritik Jones dengan menyebutnya, “meninggalkan perusahaan tanpa melakukan upaya perbaikan bagi para sopir untuk tetap bisa bertahan hidup,” kata Ryan Price, Direktur Eksekutif Guild. @licom