Sat Reskrim Polrestabes Surabaya gerebek home industri parfum AXE palsu

Sita ratusan botol, amankan dua tersangka

AKBP Shinto Silitonga dan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar menunjukkan barang bukti parfum AXE palsu dan kedua tersangka (nanda)

LENSAINDONESIA.COM: Home Industri parfum milik Sjamsu Rizal (47) di Jl Pogot Lama, digerebek Tim Anti Bandit dan Unit Tipiter Sat Reskrim Polrestabes Surabaya lantaran menjual parfum branded merk ‘AXE’ aspal (asli tapi palsu), botol kemasan parfum asli, tapi isinya palsu.

Dari hasil penggerebekan tersebut, sedikitnya 107 botol parfum AXE palsu diamankan petugas Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Tak hanya itu, bahan-bahan pembuatannya pun juga turut diamankan, seperti 12 botol bibit parfum, sejumlah botol alkohol (ethanol), 13 botol gas korek api, alat suntik, bandrol dan plastik pembungkus botol.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, bahan-bahan tersebut dimasukkan secara bertahap ke dalam botol AXE bekas dengan racikan ala Sjamsu Rizal. “Pelaku membeli botol kosong AXE bekas dari daerah Bibis Surabaya seharga Rp 2 ribu per botol. Dalam 10 hari, pelaku bisa memproduksi 100 botol parfum AXE palsu. Setelahnya botol diberi plastik transparan dan dijual ke pengepul seharga Rp 10 ribu. Dalam sbeulan omset pelaku bisa mencapai Rp 6,5 juta,” ujarnya, Senin (20/3/2017).

Dalam pemeriksaan, Rizal mengaku mulai mencoba bisnis parfum AXE palsu ini karena bisnis batu akiknya sudah sepi peminat. “Saat itu kan saya coba bisnis gosok batu akik, namun setelah sudah tidak tren lagi, saya banting stir ke bisnis ini. Itupun saya belajar otodidak karena melihat teman saya biasa jualan parfum isi ulang,” aku pria yang mulai buka bisnis parfum palsu sekitar dua bulan lalu ini.

Perlu diketahui sebelumnya, home industri milik Rizal akhirnya digerebek Tim Anti Bandit. Bermula dari penyekatan di Jl Ir Soekarno, MERR, petugas mengamankan Muryatmo (43) warga Jl Medokan Timur II Surabaya yang melintas tepat di depan SPBU Kalijudan Mulyorejo, Sabtu (18/03/2017) sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat itu Muryatmo dihentikan karena membawa tas dan sebuah kantong plastik yang ternyata berisi 77 botol parfum merk AXE. Karena jumlah yang dibawa lumayan banyak, serta kemasannya hanya berupa plastik, pria itu kemudian diinterogasi.

Dari pengakuan Muryatmo, disebutlah nama Rizal. Muryatmo juga menyebut bahwa parfum AXE palsu itu dibelinya dari Rizal seharga Rp 10 ribu perbotol. Oleh Muryatmo diberi label harga Rp 35 ribu per botol. Padahal harga asli antara Rp 37 ribu hingga Rp 38 ribu per botol.

Meskipun dilabeli Rp 35 ribu. Muryatmo mengaku menawarkan ke pembeli seharga Rp 20 ribu. “Saya menjualnya door to door, keliling kampung. Jika ada yang tanya, saya bilang kalau itu parfum AXE tapi isinya parfum lain,” aku Muryatmo.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Muryatmo dan Rizal dijerat Pasal 196 jo pasal 98 ayat 2 dan 3 atau pasal 197 jo pasal 106 (1) jo pasal pasal 1 angka 4 UU No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan atau pasal 62 ayat 2 jo pasal 10 atau pasal 11 UU No.8 Tahun 2009 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 55 KUHP dan atau pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara. @nanda