Soal lift jatuh di Blok M Square, Plt Gubernur Jakarta : Perlu pendidikan disiplin

Lanjutkan audit bangunan

Garis polisi dipasang di depan lift di Blok M Square yang jatuh dan menyebabkan beberapa pengunjungnya terluka. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Insiden lift jatuh di Blok M Square menunjukkan perlunya pendidikan disiplin bagi masyarakat Jakarta saat menggunakan fasilitas publik.

“Harus ada pendidikan disiplin pada penggunaan lift. Kemungkinan di beberapa mall ada operator di situ sudah bagus. Kalau sudah penuh ya kunci (tutup) saja,” ujar Sumarsono di Balai Kota, Senin (20/3/2017).

Seperti ditulis sebelumnya, akibat lift jatuh di Blok M Square melukai 24 orang dan korban dievakuasi dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan. Sebelas di antaranya menjalani operasi akibat patah tulang. Saat insiden terjadi, diketahui jumlah orang di dalam lift adalah 31 orang dari kondisi normal 24 orang.

Sumarsono melanjutkan saat ini tersisa delapan korban yang masih dirawat di RSPP. Peristiwa itu akhirnya menjadi perhatian sendiri bagi Pemprov DKI Jakarta yaitu dengan membahas di rapat pimpinan agar melanjutkan audit, baik dalam bidang manajemen maupun teknis yang menyangkut pemeliharaan, konstruksi, dan sebagainya.

“Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mengecek perusahaan-perusahaan yang selama ini melakukan audit sebulan sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan berdasarkan keterangan saksi, orang-orang di lift penumpang yang jatuh di Blok M Square, Jalan Melawai, Jakarta Selatan, enggan mengalah untuk keluar lift.

“Padahal alarm lift sudah berbunyi dan lampu indikator telah menyala,” kata Budi. @bbs/licom