Jatim dan Republik Ceko bakal kerjasama Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Jatim punya lahan representatif dan sampah untuk dikelola

Dubes Republik Ceko Ivan Hotek dan Wagub Jatim Saifullah Yusuf sepakat anatara Ceko dan Jatim bakal meningkatkan kerjasama dan terdekat bakal kerjasama di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah dengan mendatangkan ahlinya dari Ceko. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Ceko menjajaki kerjasama Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotek sangat berminat mempererat hubungan kerjasama dengan Jatim karena masih minimnya kerjasama antar kedua pihak ini.

Dubes Ceko untuk Indonesia Ivan Hotek mengatakan Jatim memiliki potensi positif untuk mendirikan PLTSa. Sebab Jatim memiliki lahan yang representatif dan sampah yang dapat dikelola. Karena itu, ia membawa salah satu perusahaan dari Republik Ceko yakni Doosan Skoda Power yang ahli di PLTSa.

Perusahaan tersebut merupakan produsen dan pemasok peralatan pembangkit listrik, khususnya turbin. Doosan Skoda Power berpengalaman di bidang pemeliharaan, analisa, teknologi, dan retrofit, dan upgrade pembangkit, serta penyediaan komponen pembangkit, serta telah berpengalaman membuat turbin gas sejak tahun 1904.

“Kami sangat antusias dengan pembahasan ini, dan kami siap mengundang perwakilan dari Pemprov Jawa Timur untuk datang ke pabrik kami di Republik Ceko. Kami juga siap menggandeng UNAIR untuk belajar bersama tentang PLTSa. Terima kasih atas sambutan positif dari Pak Wagub,” ujar Ivan Hotek di Ruang Wagub, Komplek Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (30/3/2017).

Menanggapi hal ini, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambut baik tawaran kerjasama ini. Menurutnya, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Jatim yang stabil dan selalu berada diatas nasional, maka kehadiran PLTSa akan bermanfaat dan mendukung proyek-proyek pembangunan di Jatim di masa depan. Apalagi, sejauh ini Jatim belum memiliki PLTSa.

“Kami siap menindaklanjuti kerjasama ini dengan lebih detail, Jatim merupakan tempat yang tepat untuk investor. Kami memberikan empat jaminan kemudahan investasi, yakni ketersediaan lahan, ketersediaan listrik, kemudahan perijinan, dan buruh yang berkualitas. Kami juga siap berkunjung ke Republik Ceko untuk melihat Pabrik PLTSa,” cetus Gus Ipul.

Lebih lanjut disebutkan terkait neraca perdagangan antara Jatim-Republik Ceko dalam kurun waktu 2013-2016 menunjukkan defisit bagi Jatim. Pada 2013, ekspor Jatim mencapai US$ 3,22 juta, sedangkan impornya sebesar US$ 14,44 juta (minus – US$ 11,22 juta), kemudian pada 2014, ekspor Jatim US$ 3,46 juta dan impornya US$ 13,57 juta (minus – US$ 10,11 juta).

Berlanjut pada 2015, ekspor Jatim mencapai US$ 1,35 juta, sedangkan impornya sebesar US$ 14,61 juta (minus – US$ 13,56 juta). Pada 2016 ekspor Jatim sebesar US$ 2,14 juta, sedangkan impornya mencapai US$ 34,03 juta (minus – US$ 31,89 juta).

“Untuk komoditi barang yang kita ekspor ke Ceko adalah alas kaki, bahan kimia organik, kayu, barang dari kayu, buah-buahan, kaca juga barang dari kaca. Sedangkan komoditi impor Jatim dari Ceko adalah kendaraan dan bagiannya, mesin pesawat, mesin atau peralatan listrik dan bahan kimia organik,” tandas Gus Ipul.@sarifa