Peduli Longsor Ponorogo, Demokrat Jatim sumbang Rp 100 juta

Minta kader partainya terus aktif membantu korban

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo mendampingi Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo saat menyerahkan sumbangan Rp 100 juta secara simbolis kepada DPC Partai Demokrat Ponorogo untuk kemudian disalurkan kepada korban tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: DPD Partai Demokrat Jawa Timur peduli korban bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Hal ini dibuktikan dengan terkumpulnya sumbangan untuk para korban senilai Rp 100 juta.

Sumbangan langsung yang diserahkan oleh Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo kepada Ketua DPC Partai Demokrat Ponorogo Miseri Efendi.

Soekarwo meminta kader partainya di Ponorogo untuk terus aktif membantu proses evakuasi para korban longsor hingga tuntas. Pihak Fraksi Partai Demokrat juga dituntut aktif mengusulkan kepada Bupati Ponorogo terkait proses relokasi para korban longsor sebanyak 35 KK.

“Fraksi dan partai disana harus aktif membantu para korban. Utamanya mendorong proses relokasi ke pak bupati. TKD (Tanah Kas Desa) bisa digunakan dulu untuk relokasi sementara. Dari total korban 35 KK, sudah ada 14 KK yang dibuatkan. Sisanya ini menyusul dan harus segera. Semua yang bangun dari pemerintah provinsi, bukan dari pemerintah pusat. Itu relokasi sementara,” ujarPakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo) usai menyerahkan bantuan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Sabtu (8/4/2017) malam.

Ia menjelaskan sambil prosesnya berjalan, para korban nantinya juga akan dibuatkan relokasi permanen yang dibangun dengan kerjasama sejumlah pihak baik dari Pemkab Ponorogo, Pemprov Jatim juga Kodam V/Brawijaya Surabaya.

“Untuk target pembuatan relokasi permanen yaitu 15 hari harus sudah selesai. Tapi sambil jalan dulu, ya TKD itu dipakai. Nanti kita carikan gantinya,” tegasnya.

Pakde Karwo yang juga Gubernur Jatim ini menungkapkan selain Kecamatan Pulung, ada daerah lainnya yang dideteksi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mengalawi rawan bencana tanah longsor. Yakni Kecamatan Slahung, Ngebel dan Pudak.

“Karena itu Fraksi Demokrat dan ketua partai di Ponorogo harus aktif menyuarakan agar bupati memikirkan upaya relokasi untuk daerah rawan yang lain. Jangan sampai nunggu bencana dulu, baru relokasi. Pemprov Jatim punya program yang bekerjasama dengan Geologi ITS, memetakan seluruh daerah rawan longsor juga banjir. Warga yang tinggal di daerah rawan ini akan kami usulkan untuk direlokasi. Ini sedang kita usulkan dengan DPRD (Jatim) untuk diputus relokasi,” imbuh gubernur dua periode ini.

DPD Partai Demokrat Jatim rupanya juga tak hanya menyalurkan bantuan berupa sumbangan uang senilai Rp 100 juta. Namun, DPD bekerjasama dengan DPC Partai Demokrat Ponorogo juga membuka posko peduli longsor sejak awal kejadian pada 1 April lalu. Posko terletak di lokasi bencana di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio menambahkan posko peduli bencana Partai Demokrat di Ponorogo menyediakan bantuan sembako dan dapur umum untuk membantu konsumsi makanan warga pengungsi.

“Masyarakat Banaran sangat memberikan apresiasi terhadap posko yang didirikan Partai Demokrat. Kami menganggap bahwa kehadiran Partai Demokrat bisa mengobati penderitaan mereka dengan kehadiran posko tersebut. Hal ini sesuai dengan komitmen kami yaitu Demokrat hadir, peduli dan memberi solusi,” tandas pria yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim ini.@sarifa