Kena air keras? Ini pertolongan pertama yang wajib dilakukan

Secepatnya bersihkan dengan air yang mengalir

Ilustrasi penggunaan air mengalir untuk membilas siraman air keras

LENSAINDONESIA.COM: Kasus penyidik KPK, Novel Baswedan, yang mendapat serangan siraman air keras membuat gempar Indonesia hari ini. Bagaimana jika hal itu menimpa orang-orang di sekitar kita? Apa yang harus kita lakukan sebagai pertolongan pertama untuk membantu korban? Berikut informasi tentang air keras dan cara penanggulangannya.

Bahan kimia seperti air keras bisa menyebabkan kerusakan parah pada struktur jaringan kulit. Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat terkena cairan air keras.

Menurut dr Teddy O.H Prasetyono Sp.BP-RE (K), bila tubuh terkena air keras, harus secepatnya membasuh diri menggunakan air mengalir. “Segera bilas menggunakan air mengalir selama 5 menit atau lebih. Bila di dalam mobil, gunakan air mineral lalu secepatnya mencari tempat yang menyediakan air keran,” terangnya.

Menurutnya, membasuh tubuh yang tersiram air keras dengan air yang mengalir bertujuan untuk mengurangi bahan kimia yang masih ada di permukaan tubuh, sekaligus mengencerkan bahan kimianya. “Menggunakan air mengalir sangat penting, jadi bukan merendam di air. Setelah itu, korban bisa segera dilarikan ke rumah sakit,” tambahnya.

Bila letak rumah sakit jauh dari lokasi kejadian, untuk sementara lakukan penutupan bagian yang terluka akibat siraman air keras menggunakan plastik tipis (plastik wrap). “Kalau wajah yang kena, gunakan vaseline petroleum jelly untuk dioleskan ke luka karena wajah gak mungkin ditutup plastik. Tujuan menutup dengan plastik ini untuk menjaga permukaan kulit terkena kontaminasi berlebihan,” jelasnya.

“Cairan kimia sangat jahat karena kerusakan yang ditimbulkannya bisa menyebabkan cacat dan rusaknya fungsi-fungsi tubuh. Bagi korban, tetap harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan mengembalikan fungsinya,” pungkasnya. @LI-15

TULISKAN KOMENTAR