Trend Micro prediksi ada serangan siber pada komputer KPU saat coblosan

Dibuat overload

David Siah, Country Manager Indonesia, Trend Micro. (LICOM/Rudi Purwoko)

LENSAINDONESIA.COM: Trend Micro, pemimpin global di kancah solusi keamanan cloud, memprediksi akan ada serangan siber pada komputer Komisi Pemilihan Umum berkaitan dengan Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung tanggal 19 April 2017.

Ini terutama terjadi pada saat penghitungan suara untuk menentukan pemenang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan datang.

“Pengalaman pada putaran pertama terjadi pelambatan komputer pada saat penghitungan suara karena banyak orang mengakses menuju komputer KPU sehingga dilakukan penghitungan manual. Bisa jadi hal serupa terjadi di putaran kedua pilkada DKI Jakarta ini,” ungkap David Siah, Country Manager Indonesia, Trend Micro kepada Lensaindonesia.com di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut David, serangan siber pada komputer KPU tekniknya dengan membanjiri trafik pada saat penghitungan suara, sehingga server KPU overload dan orang tidak bisa mengakses. Selain itu, teknik serangan siber ini bisa dilakukan melalui ransomware, vulnerabilities, exploit kits, mobile apps, dan lain sebagainya.

“Sepanjang tahun 2016, kami berhasil memblokir lebih dari 80 miliar serangan siber yang berupaya menimbulkan goncangan-goncangan keamanan global. Contohnya stasiun televisi CNN dan FOX pernah down dan pembobolan Bangladesh Central Bank. Namun, saya percaya tim IT KPU mempunyai defence berlapis,” kata David. @Rudi