Produk Huraira Leather Bag bakal go international ke Moscow

Pameran Collection Premiere Moscow (CPM) 2017

Pemilik brand Huraira Leather Bag Siti Huraira (kanan) menunjukkan keunikan produknya yaitu clutch yang didesain dengan sentuhan lukisan asli kepada Manajer International Exhibition Kemenperin Elly Mashitoh. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Produk Industri Kecil Menengah (IKM) asal Jawa Timur terus berkembang, mulai dari kualitas, tampilan hingga pasarnya. Seperti Huraira Leather Bag (HLB) yang merupakan IKM asal Surabaya memproduksi khusus tas dan dompet berbahan dasar kulit rupanya sangat diminati oleh berbagai kalangan, utamanya kalangan menengah atas.

Sudah banyak artis dan kalangan pejabat yang mengenal serta menggunakan hasil produksi IKM lokal ini. Bahkan, di kalangan Ibu Negara Iriana Jokowi dan ibu-ibu menteri produk tas HLB menjadi salah satu brand favorit karena kualitasnya yang tak kalah dengan produk-produk dari brand yang sudah mendunia.

Selain aktif mengikuti sejumlah pameran di tingkat provinsi maupun nasional, HLB juga telah beberapa kali ditunjuk untuk mengikuti pameran di beberapa event bergengsi salah satunya dipamerkan di Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta beberapa waktu lalu. Kali ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menggandeng HLB untuk mewakili Indonesia mengikuti pameran produk-produk berkualitas di Moscow, Russia.

Acara tahunan yang baru diikuti Indonesia untuk kali kedua ini hanya akan membawa lima brand produk IKM asal Indonesia untuk dipamerkan di Collection Premiere Moscow (CPM) 2017. HLB adalah satu-satunya IKM yang mewakili Jawa Timur.

Manajer Internasional Exhibition Kemenperin Elly Mashitoh mengatakan dipilihnya HLB untuk mengikuti pameran di Moscow pada 30 September – 2 Agustus 2017 karena produknya dinilai sudah layak go international membawa nama Indonesia di ajang internasional.

“Produk Huraira Leather Bag ini ternyata asli memang buatan pengusaha lokal kita. Dari segi desain benar-benar orisinil, kemudian kualitasnya juga bagus. Yang unik ini ada tas dan clutch (tas tangan) yang didesain dengan menonjolkan lukisan. Maka dilihat dari semuanya, produk HLB ini sudah memenuhi syarat untuk kita kembangkan ke pasar go international. Kemenperin memberi fasilitas agar produk-produk lokal Indonesia memiliki pasar di luar negeri,” kata Elly Mashitoh ditemui di Galeri HLB Jalan Jambi Surabaya, Senin (17/4/2017).

Menurut Elly pada dua event nasional terakhir yang diikuti HLB yaitu Indonesia Fashion Week (IFW) dan Adiwastra Nusantara, HLB hasilnya sangat bagus. Bahkan saat IFW, both HLB sempat kosong sebab produknya sold out dan harus menunggu kiriman dari Surabaya.

“Tahun ini kita sertakan Huraira Leather Bag ke pameran di Moscow karena pasar dalam negeri sudah oke. Dibawa ke beberapa event hasilnya bagus. Di IFW produk tasnya dinilai paling bagus, sampai sold out. Juga saat Adiwastra juga oke. Padahal itu kan pameran kain khususnya batik, tas kulitnya Ibu Huraira ternyata laku keras juga,” jelasnya didampingi pemilik brand Huraira Leather Bag Siti Huraira.

Tak hanya itu, pihaknya juga sangat antusias sekali mengikuti pameran CPM di Russia sebab pasar dari negara-negara Eropa Timur pada umumnya masih sangat terbuka lebar dan banyak orang kaya baru yang berminat dengan dunia fashion.

Ditambahkan Elly Mashitoh, tentu tujuan ikut pameran yang diikut banyak negara ini akan bisa membuka pasar baru bagi produk fashion Indonesia. Tahun lalu, empat brand lokal yang dibawa Indonesia ke Moscow, yaitu Itang Yunasz Ready to Wear, Alleira Batik, Ardistia New York dan Warnatasku. Tak sembarangan, keempat brand ini terpilih setelah melalui beberapa proses seleksi.

“Memang tidak bisa dalam satu kali pameran langsung terjadi transaksi, buyer akan menilai apakah produk kita di Indonesia sendiri sudah shuttle (mantap, red). Tahun lalu, produk Ready to Wear milik Itang Yunasz sampai menolak order. Ini transaksi b to b, jadi ketika ada order 2.000 potong, Itang Yunasz harus menolak-nolak kewalahan,” tukasnya.

Indonesia bakal mengikuti pameran Collection Premiere Moscow (CPM) 2017 di Rusia. Ini partisipasi kedua Indonesia dalam pameran bertaraf internasional yang sudah diselenggarakan 29 kali dalam kurun 14 tahun.

CPM sendiri bersifat business-to-business (b to b), yang berarti para pembeli adalah pelaku sektor industri tekstil, seperti butik. Namun tak tertutup kemungkinan terjadi transaksi retail, saat pameran berlangsung.@sarifa