Mendag saksikan langsung pengiriman bahan pangan ke daerah nonprodusen

Dari Jatim ke Kalimantan Timur, NTT hingga Papua

Bulog Divre Jatim melepas pengiriman beras dan gula dari Jatim ke Kalimantan Timur, NTT hingga Papua yang diangkut enam petikemas untuk pemerataan stok di daerah nonprodusen. Foto-ist

LENSAINDONESIA.COM: Bulog Divre Jatim melepas pengiriman beras dan gula dari Jatim ke Kalimantan Timur, NTT hingga Papua yang diangkut enam petikemas untuk pemerataan stok di daerah nonprodusen yang disaksikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita secara simbolik di Surabaya, Rabu (19/04/2017).

“Distribusi bahan pangan tersebut merupakan agenda rutin Bulog Jatim untuk ‘movement nasional’ untuk pemerataan stok di daerah nonprodusen seperti Papua, NTT, dan Kalimantan,” ujar Usep Karyana, Kepala Perum Bulog Divre Jatim di Surabaya.

Usep menambahkan, untuk ketersediaan stok beras dan gula di Jatim terjamin aman dan surplus hingga 11 bulan ke depan, bahkan melebihi stok standar seperti biasanya hanya tiga bulan. Pemerataan tersebut bertujuan untuk menekan gejolak atau selisih harga tinggi di beberapa daerah nonprodusen.

“Total bahan makanan yang didistribusikan di berbagai wilayah di Indonesia mencapai 66 ton beras dan 22 ton gula, dari total stok pada bulan April 2017 sebesar 531 ribu ton beras yang tersebar di 364 gudang Bulog Jawa Timur. Untuk stok gula, tercatat sebesar 174 ribu ton yang dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat Jawa Timur,” tandas Usep mendampingi Mendagri.

Sementara itu, Difi Ahmad Johansyah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengatakan, besarnya suprlus tersebut mendorong Provinsi Jatim mensuplai provinsi yang mengalami defisit bahan pangan. Selain itu, pemerintah bersama TPID terus menggandeng distributor bahan pangan guna menjamin kelancaran pasokan dan distribusi bahan pangan agar terjamin dengan harga yang stabil.

“Untuk menjaga kestabilan harga jelang Ramadhan dan Lebaran, beberapa langkah dilakukan yakni 1. Perkuat Informasi Harga dan Stok melalui Siskaperbapo, penempatan TV di pasar rakyat jadi media informasi harga, 2. Tingkatkan akses bahan pokok lewat gerai stabilisasi harga seperti KIPPAS, Toko Tani Indonesia, e-warung, Rumah Pangan Kita, gelar operasi pasar mandiri dan operasi pasar bantuan ongkos angkut, 3. Penguatan data dan informasi terkait pergerakan komoditas yang kini digagas Pemprov Jatim melalui Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi untuk perkuat koneksi antar daerah dan mendorong realisasi tata niaga pangan efektif dan efisien berikut stabilisasi pasokan dan harga,” pungkas Difi.@Eld-Licom