Dituntut 13 tahun, Gatot Brajamusti cuma divonis 8 tahun penjara

Kasus kepemilikan sabu

Gatot Brajamusti

LENSAINDONESIA.COM: Mantan Ketua PARFI, Gatot Brajamusti, atau lebih dikenal dengan Aa Gatot, divonis 8 tahun penjara terkait kepemilikan sabu dalam sidang di Pengadilan Negeri (Pn) Mataram, Kamis (20/4/2017) siang. Vonis tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni 13 tahun penjara.

“Dia dituntut 13 tahun, vonisnya 8 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsidair 3 bulan penjara,” ujar Kasubdit I Dit Reskoba Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, Kamis (20/4/2017).

AKBP Cheppy menambahkan dengan adanya vonis hakim ini, maka penahanan Gatot Brajamusti bakal dipindah dari Rutan ke Lapas di NTB. “Dia tetap ditahan di NTB, tapi kalau ada permintaan untuk pindah bisa saja dibawa ke Jakarta,” ujarnya.

Mengenai kasus Gatot Brajamusti yang ditangani Polda Metro Jaya, dijelaskan kasus dugaan pencabulan dan kepemilikan senpi tanpa ijin tersebut masih terus berjalan. “Tiga kasus di Jakarta masih berjalan, kemungkinan besar akan disidang dulu di Jakarta,” ucapnya. @LI-15