Mendag pastikan tak terjadi gejolak harga jelang Ramadhan dan Lebaran

Jatim sebagai lumbung pangan stoknya aman

Mendag Enggartiasto Lukita didampingi Gubernur Jatim Soekarwo dalam Rakorwil TPID se-Jatim bahas stok kebutuhan bahan pokok jelang bulan Ramadhan dan Lebaran 2017. Foto: Humas Pemprov Jatim

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Perdagagan Enggartiasto Lukita bersama Gubernur Jatim Soekarwo menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) TPID se-Jatim dalam rangka Fokus Strategi Antisipasi Gejolak Harga Menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017.

Gubernur Soekarwo mengungkapkan menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, di wilayahnya stok bahan pangan dipastikan aman. Berdasarkan data prognosa pertanian di Jatim, produksi beras bulan Juni 2017 sebanyak 1.030.199 ton. Dengan tingkat konsumsi sebanyak 297.243 ton per bulan, maka beras di Jatim surplus 732.956 ton.

Untuk stok beras di gudang Bulog pada April 2017 sebanyak 531 ribu ton dan tersebar di 364 gudang di Jatim. Sedangkan untuk gula pasir, berdasarkan data dari pabrik gula di Jatim stok April 2017 sebanyak 200.773,5 ton dengan konsumsi 50 ribu ton per bulan, sehingga surplus 150.773,5 ton.

Sementara berdasarkan data dari gudang Bulog, stok gula bulan April sebanyak 174 ribu ton dan ada di gudang Bulog di Buduran Sidoarjo. “Sehingga untuk beras dan gula pasir kami jamin stok aman hingga lebaran,” ujar Soekarwo usai Rakorwil TPID bersama Mendag di Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (19/4/2017).

Dijelaskan, stok aman ini juga berlaku untuk komoditas pertanian seperti cabe merah besar, cabe merah keriting, cabe merah rawit dan bawang merah. Untuk komoditas kedelai dan bawang putih pada Juni 2017 ini defisit 18.815 ton dan 4.074 ton.

“Pada prinsipnya semua surplus dan tugas kita kemudian mendistribusikannya ke berbagai provinsi. Untuk kekurangan stok bawang putih solusinya di tempat lain kita bawa kesini. Karena pada musim seperti ini bawang putih memang kurang,” kata Pakde Karwo (sapaan akrab Soekarwo).

Menanggapi ini, Mendag Enggartiasto Lukita memastikan dengan stok bahan pokok di Jatim yang tersedia dan berlebih, maka tidak ada alasan terjadi gejolak harga menjelang hari besar keagamaan.

Selanjutnya, ia minta bantuan pada gubernur, bupati/walikota hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) se-Indonesia untuk benar-benar mengawasi posisi stok barang dan perkembangan harga di daerah menjelang hari raya.

“Kami sudah mengeluarkan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 mengenai kewajiban dari seluruh distributor, sub distributor dan agen bahan pokok makanan untuk mendaftar secara online dan manual. Mereka juga wajib melaporkan stok yang mereka miliki. Nanti akan kami teruskan sampai ke provinsi dan kabupaten/kota,” imbuh Enggar.

Menurutnya, Jatim adalah lumbung pangan, sehingga diharapkan dapat menyuplai beberapa daerah yang masih kekurangan. “Nanti kami harap secara real time tiap daerah mengirim posisi real stock sehingga kita bisa isi beberapa daerah yang kekurangan stok,” cetus menteri asal Partai NasDem ini.

Kementerian Perdagangan, lanjut Enggar, terus melakukan upaya mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran. Seperti mengadakan rakor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di tiap provinsi, rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait distribusi barang, serta melakukan optimalisasi penyerapan dan distribusi cabe dan bawang merah.

Untuk komoditas lainnya seperti daging sapi, telur ayam, daging ayam, minyak goreng dan terigu di Jatim stoknya juga dijamin aman menjelang Ramadhan dan Lebaran. Pada Bulan Juni 2017, stok daging sapi dipredikasi surplus 23.804 ton, telur ayam surplus 148.445 ton, dan daging ayam surplus 48.803 ton. Serta, minyak goreng surplus 25 ribu ton dan tepung terigu surplus 18 ribu ton.

Selain Rakorwil TPID, Mendag bersama Gubernur Jatim secara simbolis melepas pengiriman bantuan bahan pokok berupa beras sebanyak 66 ton dan gula sebanyak 22 ton. Bantuan ini akan dikirim ke Papua, NTT dan Kalimantan Timur menggunakan enam truk kontainer.@sarifa

TULISKAN KOMENTAR