ISIS klaim penembakan di Champs Elysees

Pelaku adalah warga Prancis

Polisi berdiri di atas kendaraannya di dekat Champs Elysees Avenue setelah peristiwa penembakan di Paris, Prancis. (REUTERS/Christian Hartmann)

LENSAINDONESIA.COM: Penembakan yang terjadi di pusat kota Prancis, Champs Elysees langsung diklaim oleh ISIS. Aksi ini menewaskan seorang polisi.

Klaim itu disampaikan oleh media pendukung ISIS, Amaq. Disebutkan bahwa pelaku bernama Abu Yousif al-Belgiki, tulis Reuters.

Klaim yang muncul begitu cepat dan pengungkapan identitas pelaku mengindikasikan adanya kontak langsung antara pelaku dengan ISIS. ISIS sebelumnya juga mengaku bertanggung jawab atas serangan mobil di London bulan lalu yang menewaskan empat orang, namun tidak mengungkapkan nama pelaku atau rincian apapun

Sumber kepolisian mengatakan pria tersebut diketahui mempunyai catatan di dinas intelijen. Jaringan televisi Prancis melaporkan bahwa pelaku adalah seorang warga Prancis berusia 39 tahun yang diketahui mempunyai catatan kekerasan sebelumnya.

Aparat Prancis sendiri telah mengetahui identitas pelaku penembakan di Paris yang menyebabkan seorang anggota polisi tewas dan dua personel lain luka-luka, Kamis (20/04/2017) malam.

Jaksa Paris, Francois Molins, mengatakan “identitas penyerang telah diketahui dan sudah diverifikasi”.

“Saya tidak akan mengungkapnya karena investigasi dan penggerebekan sedang berlangsung guna menentikan apakah ada bukti keterkaitan atau tidak (dalam serangan),” ujar Molins.

Presiden Prancis, Francois Hollande menyebut peristiwa itu sebagai “pembunuhan pengecut” dan merupakan aksi terorisme.

Prancis menerapkan status darurat sejak 2015 dan menjadi sasaran serangan militan ISIS yang biasanya berusia muda yang hidup di Prancis dan Belgia. Serangan yang terjadi dalam dua tahun terakhir telah menewaskan 230 orang. @licom