Pakde Karwo akui tingkat kemiskinan di Jatim masih tinggi diatas nasional

Target turunkan angka kemiskinan dibawah nasional

Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf saat memimpin Rapat Koordinasi tentang Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan di Jatim bersama sejumlah SKPD dan pihak terkait di Kantor Gubernur Jatim. Foto: Humas Pemprov Jatim

LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jatim Soekarwo berkomitmen mempercepat penanggulangan kemiskinan di Jatim. Meskipun dalam dua periode kepemimpinanya, Pakde Karwo (sapaan akrab gubernur) terus berusaha menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Terbukti angka kemiskinan di Jatim bisa terus mengalami penurunan, namun jumlahnya masih diatas rata-rata nasional yakni 11,85 persen.

Karena itu pihaknya menarget dalam dua tahun ke depan bisa menurunkan angka kemiskinan dibawah rata-rata angka kemiskinn nasional yang saat ini telahmencapai 10,70 persen. Salah satu caranya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menekan angka kemiskinan seoptimal mungkin.

“Target yang terus kita kejar harus berada di bawah angka kemiskinan nasional. Sekarang masih ada sebanyak 4.638.530 jiwa dari total sekitar 39 juta jiwa jumlah penduduk Jatim yang berstatus miskin. Meski sebetulnya secara persentase angka kemiskinan sudah mengalami penurunan 0,20 poin dari 12,05 persen pada Maret 2016 menjadi 11,85 persen pada September 2016,” ujar Soekarwo usai Rapat Koordinasi tentang Percepatan dan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan di Jatim di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (21/4/2017).

Untuk itu, ia menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim untuk melakukan pemetaan secara rinci penyebab utama masih tingginya angka kemiskinan. Melalui pemetaan tersebut nantinya akan dianalisis lebih dalam terkait penyusunan program dengan melibatkan seluruh SKPD terkait. Tiga bidang yang menjadi sorotan adalah pendidikan, kesehatan dan tenaga kerja.

Selain itu, Gubernur juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim mengusulkan konsep melalui surat kepada Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi untuk membuat dana desa lebih specific grand, bukan block grand. Sehingga penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim Agus Wahyudi mengaku segera melakukan kajian dan pemetaan menyeluruh terkait data kemiskinan. Diharapkan dengan adanya data by name by address akan memudahkan penanganan dan penanggulangan kemiskinan.

“Nantinya akan diketahui penyebab kemiskinan dan kebutuhan bantuan masing-masing keluarga. SKPD terkait juga sudah siap membantu, misalnya Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Dan Tata Ruang Jawa Timur membantu pola sanitasi atau Dinas Kesehatan Jatim memastikan pemenuhan gizi dari keluarga miskin,” jelas dia.

Lebih lanjut, Agus menambahkan gerakan percepatan dan perluasan penanggulangan kemiskinan juga dilakukan melalui program Jalan Lain Menuju Masyarakat Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra).

Jalin Matra memiliki tiga kegiatan unggulan, yaitu program Jalin Matra bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) dengan sasaran kepala rumah tangga perempuan dan program Jalin Matra Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (PK2).

Ditambahkan, Ketua Dewan Riset Daerah Jawa Timur Prof Dr Hotman Siahaan menyampaikan sejak kepemimpinan Pakde Karwo-Gus Ipul telah membuat prestasi dalam penurunan kemiskinan. Tahun 2009, Pemprov Jatim berhasil menurunkan kemiskinan 1.274.170 orang atau 4,40 persen.

Jumlah penduduk yang miskin sebanyak 4.638.530 orang dengan sebaran sebanyak 3.065.760 orang atau 66,5 persen berada di pedesaan dan 1.552.000 orang atau 33,5 persen di perkotaan. “Kedalaman kemiskinan di pedesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan,” imbuh Hotman.

Karenanya, Hotman mengusulkan empat sasaran yang harus dicapai tahun ini dalam rangka penurunan kemiskinan di Jatim selama tahun 2017-2018. Antara lain menurunkan tingkat kemiskinan Jatim harus di bawah nasional, menurunnya jumlah penduduk miskin peringkat kedua nasional, menurunnya indeks kedalaman kemiskinan di bawah nasional dan menurunnya indeks keparahan kemiskinan di bawah nasional.@sarifa