Penembakan di Champ Elysees, satu polisi tewas

Pelaku juga meninggal

Insiden penembakan di Champ Elysees, pusat kota Paris, menewaskan seorang polisi dan pelakunya. Penembakan ini berlangsung hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara putaran pertama pilpres Prancis yang digelar 23 April esok. (REUTERS)

LENSAINDONESIA.COM: Seorang anggota polisi tewas dan dua personel lain luka-luka dalam penembakan di Champ Elysees, pusat kota Paris, Kamis (20/4/2017) malam.

Para pejabat keamanan mengatakan insiden yang terjadi hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara putaran pertama pemilihan presiden ini ‘mungkin adalah tindak terorisme’ dan penyelidikan antiterorisme sudah mulai dilakukan. “Kalau melihat peristiwanya, para anggota polisi memang sengaja dijadikan sasaran,” kata Pierre-Henry Brandet, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, mengutip BBC.

Sebelumnya, pejabat Kementerian Dalam Negeri kepada kantor berita Reuters mengatakan ‘terlalu dini untuk mengetahui motif penembakan’. Sumber-sumber polisi, juga kepada Reuters, mengatakan bahwa mungkin ini adalah upaya perampokan bersenjata.

Seorang pria bersenjata tewas dalam peristiwa ini. Polisi mengatakan ada beberapa orang yang terlibat dalam serangan yang berlangsung di jaringan toko Marks and Spencer di dekat satu stasiun kereta bawah tanah tersebut.

Turis dan orang-orang yang berada di lokasi berlarian menyelamatkan diri dan pihak berwenang sudah memerintahkan evakuasi sebagian kawasan di Champs Elysees, salah satu ruas jalan paling terkenal di dunia. Penembakan terjadi pukul 21.00 waktu setempat yang membuat sejumlah orang panik menyelamatkan diri.

Pemerintah masih menerapkan keadaan darurat setelah terjadi serangan terkoordinasi di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang. @licom

TULISKAN KOMENTAR