Yusril Ihza Mahendra: Ahok lantik Anies hanya dagelan belaka

Pendukung diminta tak kultuskan

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat sidang pembacaan tuntutan kasus dugaan penodaan agama. (REUTERS)

LENSAINDONESIA.COM: Isu yang menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan diangkat jadi Mendagri dan melantik Anies Baswedan-Sandiaga Uno ditanggapi pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra.

“Kabar bahwa Ahok akan melantik Anies itu, hemat saya, hanya dagelan belaka,” tegasnya dalam pesan elektronik kepada wartawan, Jumat (21/4/2017).

Yusril tidak mempermasalahkan apabila Ahok memang bakal ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri dalam negeri. Namun faktanya, tetap saja Ahok tidak bisa melantik Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wagub DKI Jakarta yang baru.

Hal ini sesuai dengan Pasal 163 UU 10/2016 tetang Perubahan Kedua UU Pemda dengan tegas mengatakan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik oleh Presiden di Ibu Kota Negara. Bila Presiden berhalangan, maka dilantik oleh Wakil Presiden. Jika Presiden dan Wakil Presiden sama-sama berhalangan, barulah dilantik oleh Mendagri.

“Jadi kemungkinan Ahok (kalau benar diangkat menjadi Mendagri) melantik Anies dan Sandi itu sangat kecil kemungkinannya. Bisa dikatakan itu hanya dagelan,” lontar Yusril.

Sementara itu, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P. Simanjuntak meminta agar pendukung Ahok tidak bertindak aneh dan membuat propaganda menyesatkan.

“Mereka bertindak aneh dan membuat propaganda yang menyesatkan,” kata Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P. Simanjuntak, dalam keterangan persnya.

Ia menyampaikan baru-baru ini beredar video salah seorang pendukung Ahok yang menginginkan Tuhan mengangkat Basuki Purnama alias Ahok sebagai Ketua KPK. Ada pula yang membuat propaganda agar Ahok diangkat sebagai Mendagri. Ada pula yang mengatakan tidak terpilihnya Ahok sebagai Gubernur karena Tuhan ingin Ahok menjadi cawapres bagi Jokowi.

“Itu merupakan kultus individu, fanatisme, serta pemujaan kepada manusia yang sangat berbahaya bagi mental bangsa Indonesia. Kita berharap para pendukung Ahok dapat menghentikan sikap-sikap yang cenderung kurang waras, kultus, serta keganjilan, karena dapat merusak diri sendiri dan lingkungan serta secara kolektif rakyat Indonesia,” jelas Bastian

Geprindo mengimbau tim media sosial Ahok untuk segera menghentikan propaganda-propaganda yang menyesatkan. Sangat disayangkan bila para pendukung Ahok yang tidak tahu apa-apa malah menjadi korban propaganda tim media sosialnya sendiri.

“Mari bersama membangun Jakarta, kekalahan dalam kompetisi adalah hal yang lumrah. Bersatu kita kuat, terkotak-kotak kita lemah, dan itulah yang dipraktikkan para pendiri bangsa. Geprindo mengajak seluruh komponen termasuk tim dan pendukung Ahok untuk kembali ke rutinitas,” ucap Bastian. @rmo/licom