Rimiten TKI asal Malang Selatan capai Rp2,5 M per hari

Melalui Kantor Pos Besar Malang

LENSAINDONESIA.COM: Pengiriman uang (rimiten) dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malang Selatan untuk bulan puasa ini sangat tinggi. Sebab, per hari rata-rata mencapai Rp2,5 miliar.

Kepala Kantor Pos Besar Malang, Agus Aribowo, Kamis (8/6/2017) memprediksi remiten TKI itu selama bulan Ramadhan ini sekitar Rp70 miliar. “Angka itu naik tajam dibanding bulan-bulan biasa,” jelas dia.

Dijelaskan dia bahwa jumlah TKI dari Malang Selatan, yakni Kabupaten Malang cukup besar. Mereka bekerja di Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi dan lain sebagainya.

Makanya, kata dia, Malang Selatan merupakan kantong TKI di Malang Raya ini. Sebab, pengiriman uang dari mereka dalam pekan pertama Ramadhan ini naik 5 persen per hari. Itu bila dibandingkan dengan hari-hari normal.

Untuk memberikan pelayanan prima, kata Agus, Kantor Pos Besar Malang menambah cash flow di kantor cabang. Harapannya, terang dia, agar tidak sampai kekurangan.

Agus mengatakan bahwa TKI di luar negeri itu sebagian besar mengirim uang pada keluarganya menggunakan Western Union. “Itu yang terdata di kami,” papar dia.

Meski begitu, dia mengatakan bila kiriman yang memakai jasa Kantor Pos Besar Malang tidak hanya uang. Namun, juga banyak yang berupa barang.

Pengiriman barang itu diakui Agus juga mengalami peningkatan selama Ramadhan ini. Pengiriman barang menurut dia rata-rata 6 ribu paket.

“Itu naiknya sekitar 2 ribuan paket. Sebab, pada hari biasa sekitar 4 ribu paket per hari. Kini menjadi 6 ribu paket per hari,” tuturnya.

Untuk itu, kata dia, Kantor Pos Besar Malang juga menambah loket layanan khusus pengiriman paket. Kalau semula hanya 6 loket, saat ini membuka 9 loket.

Pengiriman paket itu menurut identifikasi dia, karena bisnis e-comerce meningkat. Sebab, barang paketan itu sebagian besar dari bisnis online.

Karena itu, dia memprediksi pengiriman paket mauppun remiten selama puasa ini akan terus meningkat. Terutama tujuh hari menjelang lebaran.

“Kenaikannya nanti bisa mencapai 50-60 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan awal-awal puasa naik hanya sekitar 5 persen,” pungkasnya. @aji_dewa_roisky