HCML targetkan produksi di akhir 2019 dari Lapangan MDA-MBH

Perpanjang kontrak lahan hingga 2032

hasil produksi gas dari lapangan MDA-MBH milik HCML tersebut bakal dialokasikan untuk kebutuhan pabrik pupuk, pembangkit listrik, dan industri lainnya di Jawa Timur. Foto,ilust-ist

LENSAINDONESIA.COM: Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky – CNOOC Madura Limited (HCML) gelar Sosialisasi Lanjutan Pengembangan Lapangan MDA-MBH kepada sejumlah stakeholder di kantor Dinas ESDM Provinsi Jatim. Langkah ini bertujuan agar lapangan MDA-MBD berproduksi di akhir 2019.

“Kami sudah terikat kontrak di lokasi ini pada 1982-2012, dan diperpanjang 20 tahun ke depan sejak 2012-2032. Sehingga, sisa masa kontrak sekitar 15 tahun lagi. Kalau tidak segera berproduksi, maka nilai keekonomiannya akan hilang. Ini menjadi tantangan bagi kami. Meskipun demikian, kegiatan sosial ke masyarakat Sumenep sudah kami lakukan,” ujar Head of Relations HCML Surabaya, Hamim Tohari, saat ditemui di Surabaya, Jumat sore(16/06/2017).

Sosialisasi dihadiri Kodam V/Brawijaya, Lantamal V/Surabaya, Dinas Perhubungan Jatim, Dinas Kominfo Jatim, Pemda Sumenep, BLH Sumenep, Dishub Sumenep, Biro SDA Sumenep, dan beberapa kelompok masyarakat (pokmas) dari Sumenep.

Hamim menambahkan, terdapat tiga lapangan yang bakal dikembangkan, diantaranya lapangan MDA, MBH dan MDK. Namun untuk sementara ini masih fokus menggarap lapangan MDA dan MBH. Lapangan tersebut ada di 200 km sebelah timur Surabaya atau 75 km bersanding tenggara Madura.

“Aktifitas HCML saat ini sedang membangun konstruksi platform menggunakan kapal Hilong. Kegiatan kontruksi diperkirakan bakal rampung tahun depan yang dilanjutkan dengan pengeboran pengembangan dan ditarget mulai berproduksi akhir 2019 dengan volume 170 mmscfd untuk satu sumur,” tandas Hamim.

Usai beroperasi, lanjut Hamim, pihak HCML berjanji untuk berpartisipasi langsung dalam program pengembangan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat sekitar daerah operasi. HCML mengharap dukungan segenap pemangku kepentingan untuk operasi hulu migasnya.

“Sejumlah kegiatan yang kami lakukan dengan masyarakat sekitar lokasi di antaranya menyalurkan bantuan ambulans untuk puskesmas, pemberdayaan petani rumput laut dan nelayan, serta peningkatan sarana pendidikan dan keagamaan di daerah terdampak,” pungkas Hamim.

Proyeksinya, hasil produksi gas dari lapangan MDA-MBH milik HCML tersebut bakal dialokasikan untuk kebutuhan pabrik pupuk, pembangkit listrik, dan industri lainnya di Jawa Timur.@Rel-Licom