P3I Jatim gandeng PWI Jatim hindari media abal-abal

Target pasar periklanan

Sekretaris Umum P3I Jatim, Agus Winoto. Foto: Fredy-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur berencana akan mengandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim dalam mengatasi maraknya media online yang tidak berbadan hukum.

Upaya ini juga dilakukan guna memudahkan mengetahui media-media yang resmi dan yang ‘abal-abal’.

“Itu lebih menguntungkan yang berbadan hukum artinya bahwa ada tanggung jawab moral masing-masing. Kita sendiri tidak mau repot itu, yang sudah jelas keberadaan dan kita mau yang resmi-resmi saja,” kata Sekretaris Umum P3I Jatim, Agus Winoto usai buka pusa bersama di Resto Nine Surabaya, Jumat (16/06/2017).

Oleh karena itulah, katanya, nantinya pihaknya akan memberikan pemahaman kepada anggotanya agar ketika memasang iklan sebaiknya kepada media yang berbadan hukum atau sudah terdaftar di PWI maupun di dewan pers.

“Kita akan menugasi ke anggota-anggota saya jangan pasang (iklan di media tidak terdaftar atau tidak berbadan hukum,red) disini. Meski begitu, karena belum ada acuhannya, saya harus melihat mana yang betul-betul bisa kita ajak bekerja sama,” ujarnya.

Dalam hal ini, keberadaan media yang berkembang pesat ini keberadaan dinilai menguntungkan. “P3I berkepentingan dengan media-media, semakin banyak (media,red) semakin lebih bagus. Artinya kita lebih berkesempatan untuk yang menyebarkan iklan kemana-mana, dengan sebanyak-banyaknya iklan kita tersebar itu kita penuhi target pasar kita dengan lebih baik,” paparnya.

“Akan tetapi, ada kendala yang harus segera mungkin diselesaikan. Bagaimanapun media digital dari tahun ke tahun semakin besar dan pemahaman kita tentang asosiasi media siber harus sangat dipaham oleh P3I.

Karena itu, sebagian tugas kita untuk membuat strategi periklanan yang bagus untuk setiap klien,” tambahnya.

Tentunya, yang perlu diketahui nanti adalah asosiasi-asosiasi media ini diharapkan juga cukup profesional menjalankan tugasnya masing-masing.

“Mudah-mudahan mereka (media online berbadan hukum,red) di PWI jelas, kalau medianya tidak jelas seperti apa, tentunya kita tidak mungkin kita memasang iklannya,” imbuhnya.@fredy