Tol Surabaya-Mojokerto khusus arus mudik diresmikan

Jasa Marga pasang tarif masuk tol Rp 1.500

Wagub Jatim Gus Ipul didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Kasdam V/Brawijaya Widodo Iryansyah menunjukkan tiket masuk Tol Surabaya Mojokerto yang ditarik kepada para pemudik sebesar Rp 1.500. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto ini bagian dari Tol Surabaya-Kertosono yang khusus difungsionalkan saat mudik Lebaran 2017. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meresmikan pembukaan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto untuk pengendara umum, Senin (19/6/2017) pagi.

Pengoperasionalan jalan tol yang belum seluruhnya sempurna ini diberlakukan khusus di masa mudik Lebaran 2017. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto termasuk rangkaian dari Tol Surabaya-Kertosono.

Wagub mengatakan jalan tol ini hanya bersifat fungsional, bukan operasional. Sehingga pengendara belum sepenuhnya ditarik uang untuk bayar tol. Namun khusus untuk di jalur Surabaya-Mojokerto tepatnya di gerbang awal masuk, para pengendara akan dikenakan tarif sebesar Rp 1.500. Jika sudah melewati Mojokerto pengendara tak lagi dikenakan tarif alias gratis.

“Alhamdulillah Jalan Tol Trans Jatim sekarang sudah sambung bertepatan dengan arus mudik Lebaran tahun ini. Harapannya bisa mengurangi kemacetan seperti di Medaeng, Mojokerto dan Mengkreng (Kertosono). Itu tempat-tempat rawan kemacetan, apalagi ini sudah masuk arus mudik. Dengan jalur alternatif ini, Jalan Tol Surabaya-Kertosono ini diharapkan kemacetan terpecah dan teratasi,” kata Gus Ipul pada LICOM usai meresmikan Tol Surabaya-Mojokerto yang ditandai dengan potong bunga ini.

Karena jalan tol belum seluruhnya sempurna, ia berpesan agar para pengendara berhati-hati saat melintasi jalan tol ini. Terlebih ada sejumlah ruas jalan yang masih terhubung dengan jalan desa, belum ada penerangan jalan, minimnya pengamanan dan rambu-rambu.

“Pengendara harus waspada dan hati-hati dengan kecepatan maksimal 40-50 km/jam. Karena memang jalan belum sempurna betul dan membahayakan. Tapi intinya jalan alternatif ini sangat membantu. Tol ini juga dibatasi waktu hanya dibuka mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB,” ujarnya

Meski jalan tol belum sempurna, namun Pemprov dan Jasa Marga menyiapkan berbagai penunjang tol, mulai dari rest area, mobil ambulan dan mobil derek antisipasi adanya kendaraan yang mogok di tengah jalan.

Sementara, Direktur Utama PT Jasa Marga Surabaya-Mojokerto Budi Pramono menjelaskan khusus jalan tol ini belum sepenuhnya rampung terbangun. Dia mencontohkan untuk ruas Waru-Mojokerto dari 36 km jalan baru 6 km yang sudah rigid (jalan beton dan aspal). Sedangkan sisanya baru berlapis beton saja.

Karena baru fungsional, maka Jasa Marga dan Pemprov Jatim sepakat hanya akan menggunakan jalan ini khusus masa angkutan Lebaran, baik mudik dan balik yang dimulai 19 Juni-2 Juli mendatang

Budi mengatakan, pengerjaan tol ini termasuk sangat cepat. Bahkan beberapa ruas tanah baru pada 30 Maret selesai dibebaskan. Saat ini jalan Tol Surabaya-Mojokerto ini juga belum sepenuhnya mulus.

“Jalan yang sudah operasional dan sudah mulus baru 20 km. Ini (Waru) 2 km dan Krian-Mojokerto 18 km. Sisanya, setengah jadi tapi sudah bisa dilewati,” papar Budi.

Terkait tarif tol yang diberlakukan di wilayahnya Surabaya-Mojokerto Rp 1.500, pihaknya tetap menjalankan aturan itu karena berdasarkan SK Menteri PUPR pada tahun 2011. Meskipun telah ada perintah dari Gubernur Jatim Soekarwo yang meminta tarif dibebaskan khusus mudik Lebaran 2017, namun pihaknya belum bisa merealisasikannya karena tidak ada dari instruksi dari kementerian.

“Yang kita tarif ini sebenarnya wilayah yang sudah beroperasi dengan panjang lintasan sekitar 2 km dari pintu masuk sini hingga Waru. Tapi yang kebelakang sana (Krian-Mojokerto) nggak kita tarik walaupun sudah jadi. Kalau dikenakan tarif semua paling nggak Rp 30 ribuan,” tegas dia.

Pihaknya menarget penyelesaian Tol Surabaya-Mojokerto secara keseluruhan sepanjang 36 km akan selesai pada Agustus mendatang.

Diketahui, Pemprov Jatim memprediksi jumlah pemudik di Jatim tahun ini mencapai 11 juta orang. Untuk angkutan jalan diprediksi kenaikan penumpang hingga 5,9 juta orang (naik 2%), angkutan kereta api sebesar 1,2 juta orang (naik 5,5%), angkutan penyeberangan sebesar 1,9 juta orang (naik 4%), angkutan laut 199 ribu orang (naik 3,4%) dan angkutan udara lebih dari 1,8 juta orang (naik 8,74%).@sarifa