Jadi tersangka, Setya Novanto diduga atur pemenangan tender proyek e-KTP

KPK akan beberkan bukti di pengadilan

Ketua DPR RI, Setya Novanto. FOTO: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto (SN) sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Dalam proyek tersebut, pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu diduga mengatur pihak yang akan memenangkan proyek pengadaan e-KTP.

“SN diduga telah mengondisikan pemenang pengadaan e-KTP,” kata Ketua KPK Agus Raharjo di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/07/2027).

“KPK tetapkan saudara SN, anggota DPR RI sebagai tersangka karena diduga menguntungkan diri sendiri, atau korporasi, sehingga diduga merugikan negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/07/2017).

Agus mengatakan, Setya Novanto melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong juga berperan dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa.

“Saudara SN melalui AA diduga memiliki peran, baik dalam proses penganggaran atau pengadaan barang dan jasa,” ujar Agus.

Agus mengatakan, pihaknya akan menjelaskan materi pemeriksaan terkait Setya Novanto di pengadilan. Dia enggan membeberkan alat bukti yang dipakai KPK untuk menetapkan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai tersangka.

“Kami akan gelar di pengadilan, agar nanti pengadilan berjalan, kami akan buka semua bukti di pengadilan,” katanya

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah KPK memeriksa Setya Novanto pada Jumat (14/07/2017) lalu.@LI-13