Pembunuh SPG Matahari divonis 15 tahun penjara

Terbukti melakukan pembunuhan berencana

Eyglesias Satriadel Sulwiedyardo alias Aldo divonis 15 tahun penjara karena melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya Yayuk, seorang SPG Matahari Royal Plaza. (LICOM/M.Rofik)

LENSAINDONESIA.COM: Eyglesias Satriadel Sulwiedyardo divonis 15 tahun penjara karena melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya Yayuk, seorang SPG Matahari Royal Plaza. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Vonis itu dibacakan oleh Majelis Hakim Yunisar dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (17/7/2017). Majelis Hakim menilai, bahwa perbuatan terdakwa yang akrab disapa Aldo, terbukti melakukan pembunuhan yang disertai perencanaan seperti diatur dalam pasal 340 KUHP.

“Terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan pembunuhan dengan berencana terhadap korban Yayuk,” terang Hakim Yunisar membacakan dakwaan.

“Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, dan hasil musyawarah majelis Hakim, dengan ini memutuskan hukuman 15 tahun penjara terhadap terdakwa,” tambah Hakim Yunisar.

Almarhum Yayuk, SPG Matahari Royal Plaza jadi korban pembunuhan oleh kekasihnya sendiri. (ISTIMEWA)

Mendengar putusan majelis Hakim, setelah berunding dengan kuasa hukumnya, terdakwa mengaku pikir-pikir atas putusan tersebut. “Kami masih pikir-pikir dulu Yang Mulia,” ungkap Hasingan Hutabarat selaku kuasa hukumnya.

Vonis terdakwa ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Neldy dari JPU Kejari Surabaya yang menuntutnya 20 tahun prnjara.

Selain Eyglesias Satriadel Sulwiedyardo alias Aldo, rekannya Clint Dongan Hutabarat, menjalani sidang terpisah. Clint yang turut melakukan pembunuhan juga divonis sama 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan, kedua terdakwa telah berencana melakukan pembunuhan terhadap Yayuk. Adapun perencanaan jahat tersebut dilakukan untuk menguasai uang korban yang diketahui baru gajian untuk bayar kos.

Saat itu, kedua terdakwa meminta korban untuk datang ke tempat kostnya di Jalan Bungurasih. Beralasan ingin memberi kejutan, korban matanya ditutup dan dibawa ke Jembatan Rolak di Jl Gunungsari. Ketika tiba di lokasi, lehernya ditusuk menggunakan parang yang sudah dipersiapkan.

Setelah itu, mayat korban dibuang ke kali dan ditemukan membusuk di kawasan Mangrove Surabaya.@rofik.