Klinik Morula IVF Surabaya resmi pindah ke National Hospital

Punya teknologi terbaru di dunia

Dr. Ali Mahmud SpOG (K) (dua dari kiri), Dr. Benediktus Arifin MPH, SpOG, Dr.H.Amang Surya P SpOG dan CEO National Hospital dr. Hananiel Prakasya Widjaya MM, CIA.(LICOM)

LENSAINDONESIA.COM: Klinik fertilitas Morula IVF Surabaya resmi menempati ruangan baru di National Hospital, Senin (31/7/2017). Dengan tetap mengusung teknologi terbaru, klinik ini berharap bisa terus membantu pasangan untuk mendapatkan keturunan.

Direktur Klinik Morula IVF Surabaya DR.dr. H. Amang Surya P. SpOG menjelaskan klinik ini merupakan klinik bayi tabung ketiga yang dibuka di Surabaya. Total ada lima klinik serupa di Surabaya seperti di RS dr. Soetomo dan Ferina.

“Hingga saat ini sudah ada 600 pasangan yang kami bantu dengan program IVF,” tuturnya ditemui di sela-sela grand opening.

Morula IVF Surabaya dibuka mulai November 2012 di Total Life Clinic Jl. Bogowonto. Dan jadi bagian dari Morula IVF Indonesia yang memiliki cabang di Jakarta, Bandung, Pontianak, Makasar, Padang dan Margonda.

Sejak awal berdiri, kunjungan pasien MIS meningkat dua kali lipat setiap tahunnya. Adapun angka keberhasilan kehamilan antara 27 persen hingga 44 persen. “Angka keberhasilan tinggi karena MIS punya teknologi tercanggih yang ada di dunia,” imbuhnya.

Teknologi yang dimaksud ialah Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI) dan Time-lapse.

“Dengan teknologi terkini di dunia, kami berani bersaing dengan laboratorium bayi tabung yang ada di dunia. Alat kami bahkan lebih bagus dan lebih baik ketimbang yang ada di Singapura,” ujarnya dengan nada optimistis.

Dr. Benediktus Arifin menambahkan IMSI merupakan teknologi terbaru yang mampu melihat kualitas sperma hingga 6000 kali lipat. Dengan keunggulan ini, maka bisa lebih teliti memilih sel sperma yang produktif.

“Di Indonesia kasus infertilitas mencapai 15-20 persen dan 13 persen kasus infertilitas di kehamilan kedua. Sesuatu yang cukup tinggi di dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu, keberadaan klinik ini diharapkan mampu jadi salah satu solusi bagi pasangan yang ingin hamil tanpa perlu ke luar negeri. “Kami tidak menjanjikan pasti hamil karena itu kuasa Tuhan. Namun dengan teknologi dan pengalaman yang dimiliki, angka keberhasilannya cukup tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, CEO National Hospital Dr. Hananiel Prakasya Widjaya MM, CIA menyatakan Morula IVF Surabaya memiliki kesamaan visi. Yaitu jadi pilihan masyarakat Indonesia sehingga berobat tak perlu ke luar negeri.

“Jadi ketika dr. Amang sampaikan niatnya ya kita jalankan saja. Kita berharap ada sinergi dan memberi harapan kepada masyarakat,” [email protected]