Para public relations operator seluler kerap kopi darat

Sharing dan diskusi dengan kompetitor

Nurhayati Ibrahim (Eneng), Public Relations PT Smartfren Telecom East Region. Foto-ist

LENSAINDONESIA.COM: Di tengah persaingan ketat para operator seluler menuntut awak public relationsnya berpikir kreatif untuk menyampaikan informasi terkait layanannya. Transaparansi terhadap pelanggan, mitra dan tentunya awak media menjadi tolok ukur keberhasilannya.

Nurhayati Ibrahim, Public Relations PT Smartfren Telecom East Region Jawa Bali Nusra mengatakan, saat ini pihaknya telah memberikan informasi se transparan mungkin terhadap pelanggan, mitra dan awak media. Hal ini dibuktikan pada beberapa Press Conference yang selalu melibatkan spokes person langsung pada petinggi perusahaan tersebut.

” Manajemen kami sejauh ini memiliki kedekatan dengan teman-teman media. Para spokes person dari Smartfren selalu terbuka jika dihubungi awak media untuk hal -hal yang mendesak. Hubungan ini pun sudah terjalin dengan baik, salah satunya secara regular kami selalu menggelar gathering agar manajemen mampu menjalin hubungan yang lebih dekat dengan awak media,” papar Nurhayati atau akrab dipanggil Eneng kepada Lensaindonesia.com, Selasa (01/07/2017).

Eneng menambahkan, untuk pelanggan pun, pihaknya memberikan informasi jelas dan lengkap di setiap layanan yang dihadirkan Smartfren. Hal ini dilakukan agar pelanggan mengetahui dan paham layanan apa yang akan mereka gunakan sesuai kebutuhan setiap pelanggan.

“Untuk pelanggan kita harus tetap terbuka memberikan informasi terkait layanan, sebab ini merupakan ukuran performa Smartfren sendiri. Sedangkan dengan awak media, kami juga selalu menggelar media update untuk menyampaikan setiap layanan baru yang dihadairkan dan harus siap memberi jawaban kepada media mana pun dan kapan pun sebagai bentuk simbiosis untuk kelangsungan bisnis perusahaan,” tandas Eneng.

Di sisi persaingan antar operator seluler, lanjut Eneng, saat ini memang nampak jelas persaingan antar operator seluler terpaku pada layanan akses data yang saling banting harga. Hal ini wajar terjadi, sebab masih belum adanya regulasi yang dibuat pemerintah untuk mengatur formula layanan data.

Seperti diketahui saat ini rata-rata semua operator sudah saling banting tarif untuk paket datanya. Dan ini pun penentuannya tergantung pada penilaian pelanggan tentunya.

“Persaingan tersebut jangan diartikan akan memupuskan persahabatan antara operator. Bahkan, kami pun di luar jam kantor kerap bertatap muka, berdiskusi atau kopi darat dengan para Public Relations operator seluler yang lain kendati mereka secara industri adalah kompetitor. Kita juga sharing informasi terkait kabar yang terhembus di tengah masyarakat terkait layanan masing-masing operator dan dijadikan bahan koreksi,” pungkas Eneng.@Eld-Licom