Bahaya serangan jantung intai masyarakat bergaya hidup modern

Minim aktivitas

Seminar Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol di Surabaya. (LICOM/Sita)

LENSAINDONESIA.COM: Gaya hidup modern masyarakat Indonesia ternyata jadi salah satu penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner. Dengan kemajuan teknologi saat ini menjadikan orang minim aktivitas atau yang disebut dengan sedentari.

Berdasarkan Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 di Indonesia, sekitar 12,9 persen kematian di Indoensia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Gaya hidup modern menjadikan kita duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari, akan mulai terasa setelah bertahun-tahun,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM saat kampanye “Gerakan Jatung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol” oleh Kalbe Nutritionals di Dyandra Convention, Surabaya, Minggu (6/8/2017).

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, 42% atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari atau, 1 dari 4 penduduk kita, menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya. Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.

Jika gaya hidup sedentary diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Oleh karena itu, pihaknya terus mengkampanyekan pentingnya kesehatan pembuluh darah dan jantung. Adapun kampanye bersama Nutrive Benecol merupakan tahun kedua dimana tahun ini responnya cukup tinggi.

“Kita happy banget dengan respon tahun ini yang luar biasa ramai. Tapi yang terpenting adalah ketika mereka pulang dari kegiatan ini bisa mengubah perilaku menjadi lebih sehat,” harapnya.

Dia pun berharap agar masyarakat menerapkan slogan CERDIK yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan rokok, Rajin berolahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stres.

Sementara itu, Senior Brand Manager Nutrive Benecol Donny Bambang Iryanto menyatakan tahun ini pihaknya tak hanya melibatkan orang awam, tapi juga dokter spesialis jantung, dokter penyakit dalam, dokter syaraf, ahli gizi, dokter spesialis gizi klinikdan tenaga kesehatan terkait pentingnya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Juga mengkampanyekan cara enak turunkan kolesterol.

“Benecol mengandung plant stanol ester (PSE) dan merupakan pangan fungsional yang manfaatnya telah teruji membantu menurunkan kolesterol 7-10 persen dalam dua hingga tiga minggu dan resiko penyakit jantung koroner,” ujarnya. @licom