YJI : Rutin cek kesehatan untuk cegah serangan jantung

Silent killer tertinggi di Indonesia

Salah satu pengunjung seminar "Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol" mengikuti tes kesehatan dari tim medis Kable Nutritionals. (LICOM/Sita)

LENSAINDONESIA.COM : Penyakit jantung dan pembuluh darah dikenal sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Tak heran bila penyakit ini disebut sebagai silent killer.

Ketua Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Yayasan Jatung Indonesia Cabang Utama Jawa Timur dr. Agus Subagyo SpJp,menjelaskan faktor resiko penyakit jantung didominasi oleh kadar gula darah tinggi (diabetes), hipertensi, hiperkolesterol, merokok dan kurang olah raga.

“Hal-hal itu jadi faktor pemicu jantung koroner maupun serangan stroke. Dan faktor resiko itu biasanya silent. Tiba-tiba saja kolesterol tinggi, padahal kita nggak ngerasa apa-apa,” katanya di sela-sela seminar Gerakan Jantung Sehat: Indonesia Tangkal Kolesterol, Minggu (6/8/2017).

Oleh karena itu, Yayasan Jantung Indonesia terus aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penyakit ini. Salah satunya dengan mengajak masyarakat secara berkala untuk memeriksakan diri.

“Tanpa kita kendalikan faktor resiko itu, kita bisa jatuh sakit. Tiba-tiba saja stroke, kena serangan jantung atau meninggal,” ujar dokter spesialis jantung RSU Dr. Soetomo itu.

Salah satu slogan yang selalu disampaikan YJI adalah SEHAT yatiu Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi stres, Awasi tekanan darah dan Teratur berolahraga. “Mengobati itu lebih baik ketimbang mengobati karena mahal sekali,” ujarnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM menyatakan pola hidup yang sehat jadi fokus kampanye Kemenkes. Diharapkan nantinya Indonesia mendapatkan generasi yang sehat di masa depan. “Kami mengajak masyarakat untuk awarness sehingga di masa depan Indonesia bisa benar-benar meraih bonus demografi, bukan petaka demografi,” pungkasnya. @licom