Saksi kunci kasus e-KTP tewas di Los Angeles

Ada luka tembak Johannes Marliem bunuh diri atau dibunuh?

Saksi kunci kasus korupsi e-KTP Johannes Marliem. FOTO: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Saksi kunci kasus korupsi e-KTP Johannes Marliem meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat.

Kabar meninggalnya Johannes Marliem disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

“Kami mendapatkan informasi bahwa benar yang bersangkutan Johannes Marliem sudah meninggal dunia,” katanya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (11/07/2017).

Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik.

Johannes Marliem merupakan saksi penting untuk membongkar kasus korupsi e-KTP. Sebab, Johannes memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri oleh Ketua DPR RI. Rekaman tersebut disimpan oleh Marliem selama empat tahun lamanya.

Nama Johannes Marliem menjadi mengemuka saat Tempo berhasil mewawancarainya pertengahan Juli 2017 dan secara blak-blakan lelaki yang mengaku telah menjadi warga negara Amerika Serikat itu menyebutkan ia memiliki bukti-bukti keterkaitan orang dengan kasus korupsi e-KTP. “Hitung saja. Empat tahun dikali berapa pertemuan. Ada puluhan jam rekaman sekitar 500 GB,” kata dia, meyakinkan saat itu.

Febri mengaku, KPK belum mengetahui penyebab dari kematian Johannes Marliem.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar, Marliem meninggal dunia karena bunuh diri di kediamannya di Amerika Serikat.

“Sampai saat ini kami belum mendapat informasi rinci peristiwanya karena terjadi di Amerika,” jelas Febri.

Berdasarkan kabar yang beredar, Marliem bunuh diri di kediamannya. Penyebab kematianya masih simpang siur ada yang menyebutkan karena luka tembak dan bunuh diri, tapi KPK memastikan belum mendapat penjelasan resmi tentang hal tersebut.@LI-13