Hasyim Muzadi hingga pelukis Dullah terima Tanda Kehormatan RI

Ada 8 tokoh

Almarhum KH Hasyim Muzadi jadi salah satu penerima penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Adiprana. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada delapan tokoh. Di antaranya mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi (alm) dan pelukis Dullah.

Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Jasa, Bintang Penegak Demokrasi, dan Bintang Budaya Parama Dharma ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 Tahun 2017 di Istana Negara, Selasa (15/8/2017).

Adapun tokoh yang mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera adalah Bagir Manan (Ketua Mahkamah Agung RI Periode Tahun 2001 sampai dengan 2008). Bagir pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pers Tahun 2010-2016, dan menjadi Hakim Agung di Tahun 2000-2008. Anggota Komisi Ombudsman Nasional di Tahun 2000 ini juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Bandung.

Bagir Manan juga menerima tanda kehormatan yaitu Satyalancana Karya Satya XXX, 1998. Tokoh kelahiran Lampung ini merupakan alumni S3 Ilmu Hukum Unpad Bandung.

Tokoh kedua yang mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera ialah ialah K.H. Ahmad Hasyim Muzadi Alm. (anggota Dewan Pertimbangan Presiden Periode Tahun 2014 – 2017).

K.H. Hasyim Muzadi dikenal sebagai mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hasyim Muzadi juga pernah menjadi Ketua PP GP Ansor tahun 1987, serta pengasuh PP Al Hikam Depok dan Malang.

Sedangkan Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada Marianna Sutadi (Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial Periode Tahun 2004 – 2008). Lulusan Sarjana Hukum Universitas Indonesia ini juga pernah menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Rumania, merangkap Republik Moldowa di tahun 2010-2013.

Saat menjadi Dubes, Marianna mampu meningkatkan persahabatan antara RI-Rumania dan wajah penegakan hukum di Indonesia. Marianna berhasil mengekstradisi terpidana warga negara Rumania yang ditangkap di Jakarta.

Marianna juga berhasil meningkatkan hubungan bilateral antara RI dengan Republik Moldova dengan ditandatanganinya perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas dari kedua negara.

Perempuan kelahiran Jakarta ini sebelumnya mendapat anugerah tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XXX Tahun 1996. Marinna juga memperoleh tanda penghargaan sebagai perempuan yang berhasil dan mencapai posisi Wakil Ketua MA dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Bintang Jasa Utama diberikan kepada Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya atas jasa-jasanya di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Periode Tahun 2012 – 2017 Hadar Nafis Gumay dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama. Selain jadi komisioner KPU, Hadar juga sebagai penyusun pedoman kerja untuk KPU Daerah dalam melaksanakan pemilu Kepala Daerah, dan melakukan berbagai kajian serta advokasi dalam proses legislasi UU Pemilu dan Peraturan KPU.

Di tahun 1999, Hadar dipercaya menjadi Koordinator Nasional Pemantau Pemilu UNFREL. Tokoh kelahiran Jakarta ini pernah menjad staf pengajar Jurusan Sosiologi, FISIP UI dan Direktur Advokasi CETRO.

Adapun Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada Soedjatmoko Alm (Filsuf dan Pendidik). Sebagai filsuf dan pendidik, Suedjatmoko telah menghasilkan banyak karya, jadi dosen tamu sejarah dan politik Asia Tenggara di Universitas Caornell, AS, serta pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Soedjatmoko juga menerima berbagai penghargaan, diantaranya Ramon Magsaysay Award (1978), Asia Society Award (1985), dan Universities Field Staff International Award for Distinguished Service to the Advancement of International Understanding (1986).

Penghargaan serupa juga diterima oleh Dullah Alm (Pelukis). Sebagai pelukis asal Solo itu telah menghasilkan banyak karya lukisan. Diantaranya lukisan “Di depan Pura”, “Gadis Bali”, “Gunung Lawu Jawa Tengah”, “Halimah Gadis Aceh”, “Hutan di Gunung Merapi, Jawa Tengah”, “Kebun Sayur”, “Landscape Ngarai”, Ngarai Minangkabau Sumatera Utara”, dan “Pemandangan di Kintamani”.

Adapun Toeti Heraty Noerhadi Roosseno (Filolog), yang juga Guru Besar Luar Biasa dari Universitas Indonesia. Berbagai karya Toeti Heraty Noerhadi Roosseno dapat ditemukan, di antaranya buku Dialog dengan Kematian, buku Lika-Liku Dasawindu, buku A Time A Season, buku Hidup Matinya Seorang Pengarang, buku Calon Arang-Kisah Perempuan Korban Patriarki, buku Nostalgi-Transedensi, buku Wanita Multidimensional, buku Woman in Asia : Beyond the Domestic Domain, buku Manifestasi Puisi Indoneisa-Belanda, buku Mimpi dan Prestasi, buku Seserpih Pinang Sekapur Sirih, buku Aku dalam Budaya, dan buku Sajak-Sajak 33.

Tokoh yang lahir di Bandung ini tercatat sebagai pengajar fakultas sastra di Universitas Indonesia dan Ketua Jurusan Filsafat di FSUI. Toeti Heraty Noerhadi Roosseno juga menjadi Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) dan Dewan Penasehat Koalisi Perempuan [email protected]/licom