Pelindo III operasikan PLTMG melalui PT LEGI

Gandeng PT Widar, anak perusahaan PGN

Managemen PT LEGI berfoto didepan mesin PLTMG yang telah berhasil beroperasi. Foto-ist

LENSAINDONESIA.COM: PT Pelindo III (Persero) kembangkan bisnis melalui anak cucu perusahaannya, PT Lamong Energi Indonesia merealisasikan pengoperasian mesin Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG).

PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) yang bergerak dibidang utilitas dan energi ini memulai pengoperasian perdananya pekan lalu. PT LEGI merupakan perusahaan pertama penyedia listrik di area pelabuhan di Indonesia.

Kali ini bekerjasama dengan PT Widar, anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN), PT LEGI mengoperasikan mesin PLTMG perdana secara bertahap.
Edward Danner, Direktur PT LEGI mengungkapkan, pengoperasian PT LEGI tersebut digunakan sesuai kebutuhan listrik TTL.

“Proses tes operasional PLTMG dilakukan pada masing – masing engine secara bertahap dan disesuaikan dengan kapasitas dan beban maksimum yang dimiliki TTL terhadap kapasitas engine,” ujar Edward dalam keterangan resminya, Rabu (16/08/2017).

Saat ini, semua peralatan bongkar muat dan fasilitas TTL menggunakan pelayanan dari PT LEGI. Untuk pengisian bahan bakar dan minyak (BBM), PT LEGI menggandeng PT Pertamina (Persero) group. Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik di TTL, PT LEGI menggandeng PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pada penyediaan gas pada PLTMG, PT LEGI bekerjasama dengan PT PGN Group.

“Ini merupakan wujud Sinergi BUMN untuk negeri“ tandas pria yang akrab dipanggil Edo tersebut.

PT LEGI perluas segmen bisnisnya

Kontribusi PT LEGI terus berlanjut seiring perkembangan bisnis kepelabuhanan di TTL. Dan pembangunan TTL kini memasuki tahap ke II, dimana konsentrasi bisnis tak hanya pada layanan jasa peti kemas, namun juga pada layanan curah kering dan bisnis non inti lainnya.

PT LEGI juga akan bergerak pada bisnis non inti TTL, seperti penyediaan air, listrik, bahan bakar, broadband, dan lainnya sehingga perusahaan ini akan terus berkembang.

“PT LEGI support pada penyediaan listrik, energi, dan utilitas beserta turunan bisnisnya. Kami yakin, ke depan akan semakin besar ”, ucap Edward.

Tes awal operasional PLTMG itu merupakan hal pertama yang dilakukan dalam pelabuhan di Indonesia. PT LEGI juga akan terus mengembangkan metode – metode baru sehingga PLTMG akan mampu dioperasikan sesuai harapan.

“Ini adalah hal baru di Indonesia dimana PLTMG digunakan di pelabuhan sehingga kami akan terus belajar agar engine berjalan sesuai harapan”, pungkas Edward.

PT LEGI merupakan anak perusahaan pertama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) untuk memenuhi kebutuhan energi, utilitas serta pelaksanaan bisnis non inti. Kapasitas terpasang PT LEGI saat ini sebesar 6,6 MW (Megawatt) dengan dua mesin, masing – masing berkapasitas 3,3 MW. PT Terminal Teluk Lamong sebagai anak perusahaan Pelindo III berkonsep ramah lingkungan.

Hal ini terbukti dengan penggunaan alat semi – otomatis berbahan bakar listrik dan gas. Sebab itu, PT LEGI dibangun untuk memberikan kontribusi keramahan lingkungan untuk fasilitas dan peralatan operasional TTL dengan penyediaan energi listrik dan gas.@Rel-Licom