Aplikasi Matakota siap kembangkan Kabupaten Probolinggo jadi Smart City

Targetkan 100 ribu pengunduh

(ki-ka) Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan Tony Susanto, Founder Matakota usai melakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) di Guest House Alun-alun Kabupaten Probolinggo, Kamis siang (17/08/2017). Foto-Eld

LENSAINDONESIA.COM: Enam bulan lalu, usai sukses melaunching aplikasi berbasis pelaporan warga, Natek Studio melalui “Matakota” kini siap menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai Smart City.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Tony Susanto, Founder Matakota dengan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari usai upacara Peringatan HUT RI Kemerdekaan ke 72 di Guest House Alun-alun Kabupaten Probolinggo, Kamis siang (17/08/2017).

Puput Tantriana mengatakan, kerja sama dengan Matakota merupakan harapan awal yang baik bagi Pemkab Probolinggo sebagai wujud implementasi dari ikhtiar Pemkab Probolinggo merealisasikan Smart CIty.

“Smart City tersebut intinya bagaimana masyarakat dengan pemerintah atau masyarakat dan masyarakat mampu mewujudkan sinergi yang baik. Hal itu meliputi pelayanan, informasi, maupun sinergi lain agar lebih efisien dan tepat sasaran,” ujar Puput Tantriana kepada Lensaindonesia.com.

Puput Tantriana menambahkan, aplikasi yang telah disediakan oleh Matakota disambut baik untuk diimplementasikan bersama. Sebab sudah menjadi PR (Pekerjaan Rumah) Pemkab Probolinggo menyusun dan membentuk tim untuk ditindak-lanjuti sesegera.

“Jadi untuk langkah awal, kami mempersiapkan infrastruktur terlebih dahulu sembari melakukan sosialisasi sambil berjalan. Maksudnya, jangan sampai kemudian masyarakat ketika informasi Matakota yang sudah tersosialisasi nantinya, ada sesuatu atau ada aduan di sisi infrastrukturnya belum siap. Artinya, yang dikhawatirkan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) belum tahu dengan jelas siapa dan berbuat apa itu belum terbentuk dan terketahui, inilah yang saya antisipasi,” tandas Puput Tantriana.

Tingkatkan penetrasi internet masyarakat Kabupaten Probolinggo

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya sudah fix memerintahkan semua SKPD untuk menindak lanjuti hal ini dengan mengumpulkan semua satkernya. Dengan demikian, agar semua jelas hingga segala proses tersebut bisa tertangani dengan baik.

“Saya berharap, dengan hadirnya Matakota ini ibarat satu kali dayung dua tiga pulau terlampaui. Sehingga adanya Matakota ini, pertama, masyarakat teredukasi, kedua penetrasi internet juga meningkat sekaligus masuk di masyarakat dan yang ketiga mengedukasi masyarakat tentang penggunaan internet,” paparnya.

Sementara itu, Tony Susanto juga menyampaikan, Matakota juga siap hadir di beberapa kota hingga pelosok Indonesia. Sebab dirinya yakin bahwa aplikasi ini sangat dibutuhkan masyarakat dengan mengusung lima fitur andalan. Diantaranya, pelaporan lalu lintas, bencana, kriminal, kebakaran, dan sosial.

“Untuk Pemkab Probolinggo ini, kami yakin akan mencapai target sekitar 100 ribu pengunduh aplikasi ini. Sebab saat ini, sudah diunduh oleh empat ribu downloader secara nasional, berikutnya kami akan menuju Kota Kediri di bulan ini, di kota ini juga kami menargetkan pengunduh 100 ribu orang hingga akhir tahun ini. Lalu untuk Provinsi Bangka Belitung, akan digeber di bulan September mendatang, dan tentunya target kami lebih besar, yakni 200 ribu pengunduh pengguna Matakota,” tegas Tony.

Matakota menuju maksimalisasi Fintech

Untuk pengambangan fitur Matakota yang terbaru, lanjut Tony, sebagai pendukung aspek pariwisata dan UMKM, diantaranya dengan memanfaatkan teknologi Fintech (Financial Technology). Se tidaknya hal ini merupakan salah satu langkah agar pengguna Matakota tetap loyal dan saling bersimbiosis.

“Strategi Matakota untuk menciptakan pengguna loyal, yakni melalui penyediaan merchandise, Voucher-voucher potongan harga yang bekerja sama dengan UKM, Restoran, hingga ke Mall agar pengguna Matakota memperoleh diskon atau special price saat menunjukkan aplikasi Matakota,” jelas Tony.

Aplikasi Matakota saat ini diunduh oleh masyarakat di kisaran usia 18 hingga 45 tahun. Untuk usia 25 hingga 35 tahun diunduh sekitar 60 persen. Sedangkan, di usia 35 tahun ke atas menduduki angka 30 persennya.

Seperti diketahui, aplikasi Matakota sudah terhubung dengan Command Center di beberapa instansi terkait seperti Pemerintah Kota, Kepolisian, Rumah Sakit, Tim SAR, dan Pemadam Kebakaran.@Eld-Licom