Gugatan praperadilan Henry J. Gunawan ditolak

Tidak ada dalil hukum yang kuat untuk dikabulkan

Direktur Utama PT Gala Bumi Perkasa Henry J. Gunawan menunjukkan tangannya yang terluka usai digelandang paksa jaksa lantaran menolak ikut sidang. (LICOM/M. Rofik)

LENSAINDONESIA.COM: Pujo Saksono, hakim tunggal yang menyidangkan praperadilan Dirut PT Gala Bimi Perkasa Henri J Gunawan menolak dan menyatakan gugur demi hukum, Rabu (13/9/2017).

Dalam sidang, Hakim Pujo Saksono mengatakan tidak ada alasan atau dalil-dalil hukum yang kuat untuk mengabulkan permohonan praperadilan yang dilayangkan Henry J Gunawan melalui tim kuasa hukumnya, M Sidik Latuconsina.

Gugurnya permohonan praperadilan tersebut berdasarkan landasan hukum yang kuat, mengacu pada pasal 82 ayat 1 huruf D KUHAP. Selain itu, telah disidangkannya materi pokok perkara dalam kasus ini juga menjadi acuan hakim Pujo dalam menjatuhkan putusan.

Dirinya juga menyatakan, apabila diterimanya permohonan pra peradilan tersebut, tentunya akan mengganggu proses pemeriksaan materi pokok perkara yang saat ini telah disidangkan di PN Surabaya.

“Hal itu juga akan terjadi ketidakpastian hukum,” ucap Hakim Pujo Saksono saat membacakan amar putusannya diruang sidang Kartika 2, Rabu (13/9/2017).

“Mengadili, Menyatakan permohonan praperadilan Henry J Gunawan gugur demi hukum,”sambung Hakim Pujo sembari mengetukkan palu sebagai tanda berahkirnya persidangan.

Sementara, M Sidik Latuconsina selaku kuasa hukum Henry J Gunawan mengaku masih belum bersikap atas putusan ini. “Saya harus informasikan dulu ke klien, apakah klien mau lakukan upaya hukum atau tidak,”kata Sidik saat dikonfirmasi usai persidangan.

Kendati demikian, mantan Jaksa ini juga menyatakan jika putusan pra peradilan tersebut bukanlah final. Sesuai pasal 81 KUHAP, pihaknya bisa saja melakukan upaya hukum. “Mahkamah Agung tidak boleh menolak,”pungkasnya.

Sementara, Darwis selaku kuasa hukum Kejati Jatim dan Kejari Surabaya tak mau mengomentari putusan hakim praperadilan. “Kami akan fokus ke persidangan pidananya dan saya kira putusan ini sudah tepat,”kata Darwis usai persidangan.

Seperti diketahui, Permohonan pra peradilan yang dilayangkan Henry J Gunawan terhadap Kejati Jatim dan Kejari Surabaya tersebut menyoal tentang tidak sahnya penetapan tersangka Henry J Gunawan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

Selain penetapan tersangka, Henry juga mempersoalkan masalah penahanannya, dimana surat penahanan tidak dikirim kepihak keluarga.

Kasus penipuan dan penggelapan ini dilaporkan oleh Notaris Caroline C Kalampung. Saat itu, Notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp 4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Namun, Saat korban ingin mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry. Kabarnya, SHGB itu ternyata dijual lagi ke orang lain oleh Bos PT Gala Bumi Perkasa itu dengan harga Rp 10 [email protected]