Smartfren dongkrak pertumbuhan pelanggan Apple hingga 15 kali lipat

Ditunjuk official peluncuran iPhone 7+

Smartfren berperan pada naiknya pertumbuhan pelanggan Apple sejak ditunjuk secara official pada lunching iPhone 7+. Foto,ilust-ist

LENSAINDONESIA.COM: PT Smartfren Telecom Tbk kembali meluruskan kembali bahwa teknologinya sudah di jaringan 4G Lte.

Hal ini ditunjukkan kerja samanya dengan Open Market Handset (OMH) atau vendor handset branded. bahkan, Smartfren memberanikan diri menargetkan kontribusi dari smartphone OMH akan mencapai 80 persen di tahun 2018 mendatang.

Vice President Brand & Communication Smartfren, Derrick Surya menyatakan, saat ini memang kontribusi dari OMH sendiri sudah mencapai 40 persen dari total pelanggan di lini handset. Sedangkan, Average Revenue Per User (ARPU) pengguna OMH sudah mencapai Rp 60 ribu per bulan. Untuk ARPU pelanggan Smartfren secara umum sudah mencapai Rp 54 ribu per bulan.

“Kontribusi dari OMH yang paling menonjol ditunjukkan pada kerja sama kita dengan pihak Apple melalui penjualan handset iPhone 7+, dan Smartfren merupakan ditunjuk secara official. Bahkan, nilai kontribusi nya terbukti sekali bahwa pertumbuhan pelanggan Apple melonjak hingga 15 kali lipat sejak launching handset tersebut,” ujar Derrick kepada Lensaindonesia.com, Kamis (14/09/2017).

Derrick menambahkan, saat ini masih banyak yang belum mengetahui bahwa Smartfren bisa dipakai pada smartphone merek lain, bukan sekedar bisa digunakan untuk perangkat Andromax saja. Untuk itu, pihaknya terus gencar mengedukasi ke pelanggannya terkait hal tersebut. Artinya, teknologi 4G Lte milik Smartfren saat ini sudah bisa digunakan 200 tipe handset dari segmen OMH.

“Di akhir kuartal pertama tahun ini, Smartfren sudah memulai koneksi pengguna smartphone OMH dengan peluncuruan kartu perdana 4G GSM+ untuk mendongkrak pertumbuhan jumlah pelanggan. Bahkan, secara total aktivasi perhari sudah mencapai pertumbuhan hingga 5 kali lipat sejak diluncurkan kartu perdana baru tersebut. Untuk Andromax 4G Lte, membidik segmen entry level dengan pangsa pasar 37 persen untuk handset berbanderol di bawah Rp 1 juta. Sedangkan di sisi kontribusi, Andromax sendiri hingga kini sudah menyumbang 60 persen dari total revenue Smartfren,” papar Derrick.

Saat ini, pertumbuhan pasar smrtphone yang mendominasi ada pada segmen harga Rp 3 juta hingga Rp 5 jutaan.

“Target smartfren untuk kontribusi dari penjualan Andromax, diharapkan mampu mencapai angka 20 persen hingga akhir tahun ini. Sedangkan di segmen data, dari total jumlah pelangan Smartfren yang kini mencapai 11 juta, di angka 7 juta sudah menggunakan 4G Lte, sisanya 4 juta pelanggan masih mengunakan CDMA. Sedangkan ARPU penggunaan data Smartfren saat ini sudah di angka 5 hingga 6 Gb per bulannya, pungkas Derrick. @Eld-Licom