Ini bahasa kasih untuk optimalkan tumbuh kembang anak

Saluran cerna sehat pengaruhi kecerdasan anak

LENSAINDONESIA.COM: Waktu berkualitas dalam pola pengasuhan anak telah terbukti memiliki efek signifikan terhadap perilaku sosial dan emosional serta perkembangan kognitif anak.

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi., Psi., ACC, menjelaskan waktu keluarga yang berkualitas adalah waktu yang dihabiskan dengan memberikan perhatian penuh tanpa gangguan.

Dengan menghabiskan waktu bersama keluarga, anak dapat belajar tentang makna dan nilai keluarga dan lebih mengenal siapa dirinya. “Anak yang merasakan waktu berkualitas bersama keluarga dapat tumbuh menjadi anak yang penuh kasih sayang. menyenangkan, ramah, adaptif dan mudah berteman,” katanya dalam diskusi LACTOGROW “Happy Wonderland” di Surabaya, Sabtu (16/9/2017).

Menurut Eiizabeth, salah satu langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk menciptakan waktu keluarga berkualitas adalah dengan menerapkan Bahasa Kasih Anak (Love Languages of Children) affirmasi dimana orang tua memberikan pujian tulus, kata-kata yang memotivasi anak.

Yang kedua ialah sentuhan fisik seperti pelukan, belaian dan semacamnya. Mengapresiasi dalam bentuk hadiah juga jadi salah satu bentuk bahasa kasih anak.

“Bukan berarti mengajarkan anak kita matre (matrealistis, red) namun memang kemampuan kognitif mereka belum mampu mencerna hal yang abstrak. Jadi anak hanya bisa memahami apa yang mereka lihat, salah satunya lewat hadiah,” bebernya.

Yang keempat ialah melayani atau membantu si kecil dalam tiap kegiatannya. Dan yang terakhir adalah waktu berkualitas. “Kalau sangat sibuk sekali, 10 menit bersama anak asalkan benar-benar berkualitas, sudah cukup untuk anak merasakan ikatan dengan orang tua,” katanya.

Bahasa Kasih Anak juga bisa diterapkan saat anak tengah berbuat yang tak semestinya. “Nah orang tua harus mampu mendefinisikan bahasa yang tepat saat anak tengah melakukan kesalahan,” ujarnya.

Brand Ambassador “LACTOGROW Happy Wonderland”, Fachri Albar mengatakan meskipun sangat sibuk dia selalu menyempatkan diri berinteraksi dengan dua anaknya. Syaratnya satu yaitu fokus kepada buah hati tanpa teralihkan oleh apapun.

“Pokoknya kita harus benar-benar memanfaatkan waktu singkat ini untuk anak. Tapi buat saya pribadi, 10 menit itu terasa kurang dan pengen terus buat dia bahagia dan senang,” kata Fachri yang hadir bersama isterinya Renata Kusmanto.

Ahli gizi medik Universitas Indonesia, DR.dr.Saptawati Bardosono MSc menambahkan pencernaan yang sehat mempengaruhi kecerdasan otak anak dan sistem imunitas. Salah satu cirinya ialah keseimbangan komunitas mikrobiota baik di dalam usus.

Brand Manager Nestlé LACTOGROW Gusti Kattani Maulani mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu memperkuat ikatan antara orang tua dengan anak lewat “Happy Wonderland” di Tunjungan Plaza 3, 16-17 September.

“Kami memahami bagaimana kebahagiaan keluarga berperan panting daiam pembentukan karakter dan tumbuh kambang anak. Olen karena itu. Nestlé LACTOGROW ingin terus menyediakan wadah yang dapat memperkuat ikatan orang tua dengan anak, agar si Kecil dapat mencapai tumbuh kembang optimalnya,” pungkasnya.

Surabaya mempakan kota ke-10 penyelenggaraan Happy Wonderland setelah sebelumnya digelar di Jakarta. Banjarmasin, Lampung. Pekanbaru, Bekasi, Manado. Malang dan Makassar. Setelah Surabaya, ajang ini akan hadir di Medan, Sumatera Utara. @sit