Bandar sabu Rp7,5 miliar tewas ditembak Ditreskoba Polda Jatim

Irjen Pol Machfud Arifin: Sistem ranjau modus baru kelabuhi petugas

Kapolda jatim Irjen Pol Achmad Arifin membeberkan kronologi terbongkarnya bandar narkoba jenis sabu senilai Rp7,5 M, yang akhirnya tewas tertembak.

LENSAINDONESIA.COM: Ervi Kariyadi alias Bogel (34) warga Jalan Suryaningrat Taman Sepanjang, Sidoarjo terendus sebagai Bandar Narkoba, tewas ditembak Anggota Unit II Subdit III Ditresnarkoba, Polda Jatim, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Dari tangan sang bandar yang menghembuskan nafas terakhir tak lama setelah tertembak, Rabu (19/9/2017), petugas menyita barang bukti Narkoba jenis sabu seberat 5 kg senilai Rp 7,5 miliar. Rincian barang bukti dari Bogel 4,970 Kg.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, sebelum melakukan penangkapan terhadap Ervi Kariyadi alias Bogel, petugas terlebih dulu menangkap Bagus alias Ucil (23) warga Jalan Mastrip, Surabaya. Dari tersangka ini, polisi menyita barang buktk shabu seberat 4 gram.

“Pelaku tertembak hingga tewas karena melakukan perlawanan, saat akan ditangkap,” terang Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin didampingi Dirrreskoba Kombes Gagas Nugraha dan Kabid Humas Kombes Frans Barung Mangera, Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Jatim.

Machfud juga menjelaskan, awalnya petugas mendapat informasi adanya transaksi Narkoba di Jalan Duduk Sampean Gresik. “Petugas kemudian melakukan pengembangan kerumah Bogel di Jalan Suryaningrat, Taman Sepanjang, Sidoarjo,” ungkapnya.

Di rumah Bogel, lanjutnya, petugas melakukan penggeledahan hingga didapat 4,1 kg sabu siap edar. Dari proses pemeriksaan awal, pelaku baru tiba dari bandar yang lebih besar karena mengambil barang. Pelaku sempat melakukan perlawanan dan hendak kabur saat akan ditangkap.

Melihat hal ini, polisi melakukan tembakan peringatan. “Karena tidak digubris, polisi terpaksa menghadiahi timah panas mengenai dadanya hingga tewas,” paparnya.

Saat itu juga, jenasah Bogel dikirim ke kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim. “Yang jelas proses yang dilakukan bandar narkoba itu sistem ranjau. Ini modus baru yang dilakukan bandar untuk mengelabuhi petugas,” kata Kapolda [email protected]