Di Ponorogo, kalangan santri titipkan harapan perubahan Jatim pada La Nyalla

Pilgub Jatim 2018

Bakal calon Gubernur Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti bersama para santri dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah, Ponorogo, KH Masyudi, Rabu (20/09/2017). FOTO: LICOM

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti kembali mendapat dukungan dari kalangan pesantren untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018 mendatang.

Diundang Pondok Pesantren Darul Falah, Ponorogo, Rabu (20/09/2017), La Nyalla didoakan agar bisa menjadi gubernur Jatim oleh ribuan santri di bawah asuhan KH Drs Masyudi Achmad, MM, MSc.

“Secara spontan saya mengajak seluruh santri berdoa untuk kelancaran beliau menuju Jatim 1, semoga beliau amanah dan benar benar mengabdi untuk masyarakat Jatim,” ujar KH Masyudi.

Dalam kesempatan tersebut, La Nyalla berdialog dengan para santri. Ketua umum Kadin Jatim itu memaparkan konsep pembangunan ekonomi umat berbasis pesantren. Pesantren di Jatim akan dijadikan titik tolak mewujudkan kemandirian ekonomi umat.

Salah seorang santri, Fadillah Sasmitha Sari, pun menyampaikan harapan pada La Nyalla.

“Saya berharap Pak La Nyalla mampu mengubah Jatim, membantu kami mewujudkan cita-cita sebagai santri yang membanggakan bangsa dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin pemimpin Islam yang jujur dan amanah seperti yg tertera di dalam Al-Quran,” ujarnya

La Nyalla berterima kasih atas doa dan dukungan tersebut.

“Alhamdulilah saya datang ke sini diterima dengan baik. Saya tegaskan bahwa saya wakafkan diri saya untuk mensejahterakan masyarakat Jatim,” ujar La Nyalla yang dalam kesempatan tersebut membagikan bola untuk aktivitas olahraga santri.

Ruwatan 1 Suro

Selepas dari Ponorogo, La Nyalla mengunjungi Madiun, tepatnya di Ponpes Bahrush Sholawat asuhan KH Sofyan Ras Burhani (Mbah Jambrong) untuk menghadiri acara Ruwatan Kubro dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam/Malam 1 Suro 1439 Hijriyah. Acara Ruwatan Kubro yang digelar rutin tiap tahun itu dihadiri ribuan jemaah.

Sembari memohon restu dari ribuan jemaah, La Nyalla mengatakan, tradisi ruwatan kubro ini adalah wujud kearifan lokal masyarakat yang perlu dilestarikan. “Semoga di tahun baru ini kita semua mendapat hidup yang lebih berkah. Masyarakat Jatim bisa menjadi masyarakat yang berkeadilan sosial,” ujarnya.@LI-13