Sampah Bantar Gebang tak terurus, DPRD Kota Bekasi tuding Pemprov DKI “bibir Omdo”

Janji manis tinggi sampah cuma 10 meter, faktanya pembiaran 40 meter

Sampah Bantar Gebang di Kota Bekasi ini merupakan bumi penampungan sampah dari warga DKI Jakarta, kondisinya memprihatinkan dan mengundang polemik. @foto: sofie

LENSAINDONESIA.COM: Kondisi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sangat memprihatinkan. Berbagai fasilitas yang dijanjikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tertuang dalam MoU atau nota kesepahaman hanya janji manis saja alias bibir
“Omdo” (Omong Doang).

Komisi II DPRD Kota Bekasi melakukan kunjungan lapangan di TPST Bantar Gebang. Para anggota DPRD di komisi ini kecewa lantaran langsung banyak pengolahan sampah yang kurang maksimal.

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata, mengaku sangat kecewa dengan janji manis Pemprov DKI Jakarta, karena kenyataannya tingginya timbunan sampah awalnya 10 meter sekarang sudah 40 meter lebih.

“Saat mengundang Setda DKI ke DPRD Kota Bekasi, mereka menjanjikan akan mengelola timbunan sampah ini dengan teknologi modern. Tapi, sekarang liat aja tidak ada perkembangan di TPST Bantargebang ini”, ujar Ariyanto. Rabu (20/09/17)

Lanjut Ariyanto, pada saat ini sudah memasuki musim kemarau, yang lebih mengerikan lagi efek timbunan sampah ini akan menghasilkan gas metan dan bisa memicu kebakaran.

“Bisa kacau nih kalo ada terjadi kebakaran dikarenakan sampah yang ada di Bantargebang, bisa jadi isu nasional dan kita warga Bekasi yang kena dampaknya”, tegas Ariyanto.

“Kalau tidak mau urus TPST Bantar Gebang, kita siap beli tanah ini untuk warga Kota Bekasi, dan silahkan Pemprov DKI cari wilayah yg mau menampung sampahnya,” ungkap Ariyanto. @sofie

Para anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi kecewa saat membuktikan pengelolaan DKI dianggap ingkar janji. @sofie