Mantan Dir Ops Hutama Karya tersangka kasus korupsi cetak sawah

Susul Upik Rosalina

Proyek cetak sawah di Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat. FOTO: Istimewa

LENSAINDONESIA.COM: Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri menetapkan mantan Direktur Operasional PT Hutama Karya, R Sutanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kegiatan cetak sawah di Kabupaten Ketapang Propinsi Kalimantan Barat.

Sebelumnya, dalam kasus ini Mabes Polri juga telah menetapkan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Upik Rosalina Wasrin sebagai tersangka.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Cahyono Wibowo mengatakan, penetapan tersangja R Sutanto telah dilakukan pada Kamis 20 September 2017 lalu.

“Penetapan tersangka tersebut merupakan hasil pengembangan dan lanjutan atas perkara yang sama dengan tersangka Upik Rosalina Wasrin,” kata Cahyono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (22/09/2017).

Dalam kasus ini kasus ini penyidik Direktorat Tipidkor telah menetapkan mantan Dirut PT Sang Hyang Seri Upik Raslina Wasrin sebagai tersangka. Upik ditetapkan tersangka saat dirinya menjabat Asdep PKBL BUMN merangkap tim kerja proyek pencetakan sawah.

Menurut penyidik penetapan lokasi calon lahan di Ketapang dilakukan tanpa melalui investigasi dan calon petani tidak memadai.Dengan demikian, hasilnya tidak sesuai dengan ketentuan awal yaitu agar dapat digunakan untuk program cetak sawah.

Upik dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Proyek itu merupakan proyek patungan sejumlah BUMN seperti Bank Negara Indonesia, Askes, Pertamina, Pelabuhan Indonesia, Hutama Karya, Bank Rakyat Indonesia, dan Perusahaan Gas Negara.

Terkait kasus ini, Bareskrim Mabes Polri juga telah memeriksa mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan pada Kamis (10/11/2016) lalu.

Berdasarkan catatan kepolisian, pengerjaan proyek cetak sawah bernilai Rp 360 miliar itu dipercayakan ke PT Sang Hyang Seri. Selanjutnya, perusahaan tersebut melempar proyek kepada PT Hutama Karya, PT Indra Karya, PT Brantas Abipraya, dan PT Yodya Karya.

Menteri BUMN saat itu, Dahlan Iskan, menanam padi perdana skala besar di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Senin 17 Desember 2012. Sementara itu, Kabupaten Ketapang menyediakan lahan seluas 3.000 hektare tahap pertama. Adapun lahan yang tersedia mencapai 30 ribu hektare.

Tahap berikutnya ditargetkan berkembang menjadi 30 ribu, 50 ribu dan menjadi 100 ribu hektare. 3.000 lahan merupakan milik petani, tetapi pengelolannya akan diperbantukan BUMN. Pengembangan sawah skala besar ini ditargetkan menghasilkan 5 ton per hektare.@LI-13