Dua pejabat Bank Jatim dijebloskan ke Rutan Medaeng

Terkait pemberian kredit pada PT SGS

Dua pejabat PT Bank Jatim Tbk, Wongso Prayitno dan Arya Lelana menutup wajah dengan koran saat akan dibawa ke Rutan Medaeng, FOTO: Rofik-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis (12/11/2017) menjebloskan dua pejabat Bank Jatim yang ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam tahap dua tersebut, kedua pejabat PT Bank Jatim Tbk yakni, Wongso Prayitno dan Arya Lelana ini, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dalam Proses pemberian jenis fasilitas kredit yang diberikan pada debitur PT. Surya Graha Semesta (SGS).

Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi menjelaskan, kedua tersangka dalam memberikan fasilitas kredut terhadap PT SGS, telah melanggar SK Direksi No.048/203/KEP/DIR/KRD tanggal 31 Desember 2010. Dimana pada proses pemberian penahbahan plafon kredit stanbyloan pada PT. Surya Graha Semesta dari nilai awal Rp80 miliar menjadi Rp125 miliar,” terang Didik Farkhan.

Didik menjelaskan, pemberian kredit tersebut tidak sesuai dengan DER (Debt Equity Ratio) dan dokumen SPMK, serta berdasarkan fakta, PT. SGS tidak pernah mendapatkan proyek-proyek APBD tersebut, telah diajukan dalam proses penambahan plafon kredit dan tidak sesuai dengan ketentuan buku Pedoman Perkreditan Kredit Menengah dan Korporasi SK No.043/031/KEP/DIR/KRD tanggal 28 Februari 2005 yang kemudian dilakukan perubahan pada Buku Pedoman Pelaksanaan Kredit Menengah dan Korporasi SK Dir No.047/001/DIR/KRD tanggal 30 Januari 2009.

“Proses pemberian pencairan kredit pada PT. SGS tidak sesuai dengan Pedoman Pekrditan Kredit Menengah dan Korporasi. Perbuatan para tersangka merugikan keuangan negara sebesar Rp155.036.704.864,21, terdiri dari Rp120.700.714.443 yang merupakan selisih antara nilai pencairan kredit delapan proyek yang terminnya dijadikan jaminan utama pada pemberian kredit PT. SGS,” jelasnya.

“Dengan angsuran yang telah dibayarkan dan bunga yang macet sebesar Rp. 34.335.998.421,21, Melanggar Pasal 2, pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” pungkas Jaksa yang akan berpindah tugas menjadi Aspidsus Kejati Jatim ini.

Kedua tersangka ditahan di Rutan kelas I Surabaya, Medaeng, Sidoarjo dalam waktu 20 hari kedepan untuk menjalani proses [email protected]