Kota Bekasi jadikan sampah “mesin uang” tingkatkan pendapatan daerah

Dinas LH apresiasi tawaran solusi BPI-RK

Dinas LH Kota Bekasi dan lembaga independen diskusi menjadikan sampah sumber duit. @foto: sofie

LENSAINDONESIA.COM: Sampah tidak selama menyedot keuangan daerah. Sebaliknya, bisa menghasilkan pemasukan relatif besar jika pemerintah daerahnya kreatif. Badan Pengawas Independen Retribusi Kebersihan (BPI-RK) Kota Bekasi menawarkan kerjasama untuk meningkatkan pendapatan retribusi sampaht.

Diharapkan potensi besar benefit sampah dapat tergali, dan sampah menjadi “mesin uang” atau sumber rezeki bagi daerah. Gilirannya, mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

Audensi Tim BPI – RK diapresiasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Lutfi dan jajarannya di ruang rapat Dinas LH, Rabu (11/10/2017).

Dalam pertemuan itu, BPI – RK mengajukan konsep pengawasan alur penarikan hingga penyetoran retribusi sampah.

Mahfudin Latif, Ketua BPI – RK menjelaskan, sistem pengawasan secara konferhensif dan sistematis untuk mengoptimalkan peningkatan PAD.

“Pengawasan dilakukan melalui observasi lapangan jalur pungutan retribusi tersebut dari tingkat RT/RW sampai Kas Daerah,” kata Latif.

Tujuannya, kata Latif, agar hasil pengawasan BPI – RK dari baqah sampai ke atas terpantau dan meminimalisir kebocoran. PAD dapat dimaksimalkan untuk pembangunan Kota Bekasi.

“Teknisnya sudah kami paparkan. Selanjutnya, kita tunggu Dinas LH bersama Dinas Pendapatan Daerah melakukan koordinasi,” terang Latif optimistis.

Kepala Dians LH, Jumhana Lutfi mengapresiasi langkah BPI – RK dalam membantu Pemerintah Kota Bekasi membuat terobosan dan solusi dalam upaya meningkatkan PAD, khususnya retribusi sampah.

“Pertemuan ini tidak berhenti disini. Kami perlu membahas secara intens karena masih banyak hal yang perlu dibahas agar solusi ini menjadi terobosan baru,” kata dia.

Berapa target pendapatan setahun, dan berapa retribusi sampah yang terealisasi saat ini, tentu warga berharap bukan sekadar janji pecitraan, tapi harus terukur. @sofie