Surabaya, Lensa Indonesia- Dua pebalap dari tim nasional Malaysia, Mohd. Ahmad Fahrullah dan Mohd. Zamri Saleh, menjadi pemenang kesatu dan kedua Etape VIII Speedy Tour d’Indonesia yang finish di Alun-Alun Jember. Mereka masuk finish dengan catatan waktu sama yaitu 4 jam 21 menit 58 detik.
Dua pebalap Malaysia tersebut cukup dominan terutama 20 km menjelang finish. Mereka terus bergantian memimpin lomba bersama dengan pebalap Indonesia yang berada di rombongan besar. Sedangkan pebalap dari Kutai Kertanegara Team (KKT), Projo Waseso, hanya mampu finish di urutan ketiga.
“Tadi saya hanya memanfaatkan kesempatan. Seharusnya saya bisa menang jika tim solid. Mau apa lagi, saya sendirian di depan,” kata Projo usai perlombaan.
Menurut ia, selama perlombaan tak ada masalah yang berarti. Dalam perjalanan ia sempat mimisan, namun mampu bertahan hingga finish. Jika kerja sama berjalan baik, pihaknya yakin mampu menjadi yang terbaik.
Etape VIII menempuh jarak sekitar 192,5 km dari Surabaya-Pasuruan-Probolinggo-Rambi Puji-Jember. Medan yang didominasi jalan datar memacu semangat pebalap untuk menjadi yang terbaik. Terbukti pebalap dari KKT, Adi Wibowo, yang sebelumnya jarang memimpin, langsung memimpin 50 meter di depan rombongan besar.
Selepas wilayah lumpur Lapindo, pebalap tergabung dalam rombongan besar. Setelah masuk Bangil, Pasuruan, Suprianto Erik dari Team Jabar Muda mencoba memimpin namun kondisi tersebut tak lama karena mampu dikejar rombongan besar.
Memasuki Bangil, pebalap tim Putra Perjuangan, Dadi Suryadi, mengalami kerusakan sepeda. Setelah diperbaiki, ia melanjutkan perlombaan. Jalur yang berlubang di sepanjang daerah Nguling, Pasuruan, hingga gerbang masuk Kabupaten Probolinggo mengakibatkan beberapa ban pebalap bocor sehingga harus melakukan penggantian.
Di etape VIII ini, para pebalap bersaing memperebutkan tiga nomor sprint yang dilombakan. Hingga memasuki titik sprint pertama di depan Kantor Walikota Probolinggo, pebalap Customs Cycling Club, Wijaya Hendra, menjadi yang tercepat disusul Dadi Suryadi dari Putra Perjuangan dan Kurniawan dari Team Jabar Muda.
Memasuki Kabupaten Lumajang, pembalap meningkatkan kecepatannya. Akibat jalan yang turun dan menikung, pebalap Vali Asr Kerman Saeid Nateghi terjatuh dan harus mendapatkan perawatan tim medis. Namun ia mampu melanjutkan perlombaan.

Setelah turunan, seluruh pebalap kembali mencapai titik sprint kedua di depan kantor Telkom Klalah. Pebalap tercepat adalah Jelly Dorisman dari Binong Baru Club disusul Hari Fitrianto dari Polygon Sweet Nice Surabaya dan Robin Manulang dari Araya Indonesia. Lepas dari Lumajang, hujan turun deras. Jalur menjadi licin. Namun semua pebalap tetap maksimal mengayuh sepeda.
Setelah masuk Kabupaten Jember, rombongan pebalap mulai terpecah beberapa bagian. Pemenang etape VII, Rosta Patria Dinawan, tertinggal cukup jauh dari rombongan besar. Di titik sprint ketiga di depan kantor Desa Rambipuji atau di KM 169,9, Fatahilah Abdulah dari Pengprov ISSI Jogjakarta menjadi yang tercepat disusul Budi Santoso dari United Bike dan Prasetya Heksa dari Customs Cycling Club.
Setelah melakukan sprint sejak 25 km menjelang finish, rombongan besar sebanyak 15 pebalap terus mengayuh sepeda dengan cepat. Akhirnya dua pebalap Malaysia, Ahmadfakrullah Alis dan Mohd Zamri mampu finish di urutan satu dan dua disusul Projo Waseso dari KKT.
Di klasemen umum, Herwin Jaya dari Polygon Sweet Nice tetap mempertahankan yellow jersey atau kaus kuning sebagai pebalap tercepat. Di belakangnya Fatahillah Abdullah dari tim DI Jogjakarta di posisi kedua klasemen.
Selanjutnya seluruh pebalap yang finish di etape VIII akan melanjutkan etape terakhir atau etape IX dari Gilimanuk menuju Denpasar sejauh 137,5 km, Selasa (2/11).
lia