Lensa Indonesia- Dirjen Minyak dan Gas Bumi berkomitmen menghapuskan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara bertahap pada tahun 2014.Hal ini dikatakan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementrian ESDM, Evita H. Legowo ketika ditemui di acara pameran ‘Indo Oil and Gas Expo 2010’ di Jakarta International Expo, Jakarta, Rabu (3/11). Sangat sulit. Jangankan menghapuskan subsidi BBM,
saat kondisi sedang kolaps di tahun 2008 lalu saja, ketika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 24 Mei 2008 lalu, mendapat protes dan DPR membentuk pansus BBM, ujarnya.

Tapi, menurutnya, pemerintah akan berupaya mengubah bentuk subsidi BBM yang selama ini tidak tepat sasaran menjadi subsidi langsung. Seperti contohnya bentuk pengalihan subsidi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram (konversi minyak tanah). Dengan begitu itu, masyarakat tidak menyadari kalau
subsidi untuk minyak tanah sudah dihapus kemudian diganti menjadi subsidi elpiji,” tuturnya.

Saat ini, Evita menuturkan pihaknya masih memproses agar pemberian subsidi BBM menjadi subsidi yang lain. Misalnya, dalam bentuk subsidi langsung seperti bantuan langsung tunai (BLT) meskipun Evita mengakui masih ada kerawanan. Namun pemerintah tetap akan terus berupaya duntuk mendapat persetujuan DPR, jelasnya.

red