LENSAINDONESIA.COM: Keterpurukan ekonomi Jepang akibat gempa dan tsunami secara tidak langsung juga berdampak pada perekonomian global. Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral kelompok negara industri maju (G-7) menggelar pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat.

Topik yang menjadi pembahasan di antaranya upaya Jepang untuk pulih dari keterpurukan akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret silam. Dibahas pula, dampak ekonomi Jepang serta global.

Sebagaimana dilansir sejumlah media Jepang, Jumat (15/4/2011), mereka yang hadir termasuk Menkeu AS Timothy Geithner dan Menkeu Prancis Christine Lagarde. Sementara, Jepang diwakili oleh Menkeu Yoshihiko Noda dan Gubernur Bank of Japan Masaaki Shirakawa.

Noda mengungkapkan rasa terima kasihnya atas intervensi bersama ini mengenai pasar mata uang pada 18 Maret silam yang melemahkan yen terhadap dolar AS. Ia juga meminta dukungan ke semua pihak terkait untuk memastikan stabilitas di pasar.

Setelah gempa bumi dan tsunami 11 Maret silam, dampak ekonomi pun semakin terlihat. Ditambah lagi dengan krisis nuklir yang sedang berlangsung di Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi juga meningkatkan kekhawatiran hal itu akan mempengaruhi ekonomi secara global. hgu/kmu/hnk/LI-08