SURABAYA, LIcom: Setelah mendapatkan jabatan tambahan menggantikan posisi
Fattah Jasin sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Bank Perkreditan Rakyat
(BPR), Rasiyo yang juga menjabat Sekretaris Daerah Propinsi (Sekdaprov)
Jatim langsung bergerak cepat untuk menjalankan tugasnya.

Keputusan pengangkatan Rasiyo sebagai Komut BPR Jatim diambil saat RUPS
Luar Biasa di Hotel Bumi Surabaya, Senin (25/4/2011). BPR Jatim
dideklarasikan menjadi Bank UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Deklarasi itu sendiri dicanangkan Rasiyo mewakili Gubernur Jatim Soekarwo.

”BPR Jatim merubah mottonya menjadi Bank UMKM untuk menumbuhkan
perekonomian masyarakat bawah, utamanya UMKM agar dapat tumbuh dengan
bagus. Ini karena dari 4,2 juta orang pengusaha UMKM, 30 persen pengusaha
menengah ke atas dan 70 persen pengusaha menengah ke bawah,” kata Rasiyo
melalui rilis Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Senin (25/4/2011).

Seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa BPR Jatim, Komisaris
Utama BPR Jatim Rasiyo mengatakan, UMKM adalah pilar utama perekonomian
Jatim. ”Ke depan, BPR Jatim sebagai lembaga intermediasi harus lebih aktif
mempercepat pembangunan daerah dengan penyaluran kredit di sektor riil,
utamanya UMKM,” ujarnya.

Dirut BPR Jatim R.Soeroso mengatakan, sebagai BUMD Pemprov Jatim, BPR
Jatim akan lebih fleksibel dalam memberikan pembiayaan bagi UMKM. Namun,
fleksibilitas itu tetap dikerangkai dalam kehati-hatian perbankan untuk
menghindari kredit macet.

Total aset BPR Jatim akhir 2010 mencapai Rp 588,828 milyar, meningkat
18,41 persen dibanding tahun 2009 sebesar Rp497,278 milyar. Kredit yang
diberikan Rp 374,180 milyar disalurkan kepada 23.117 debitur dengan plafon
kredit masing-masing Rp 16 juta.

Laba yang diperoleh BPR Jatim tahun 2010 sebesar Rp 12.520 milyar.
Persentase pembagian laba kepada pemegang saham sebesar Rp 6.260.116.994
(50 persen), cadangan Rp. 2.504.046.797 (20 persen), dan bonus jasa produksi
Rp3.756.070.196 (30 persen). ali/LI-08