SURABAYA, LIcom: Pasca dibekuknya 3 orang mahasiswa asal Papua yang diduga
menjadi pelaku pengeroyokan terhadap 3 anggota polsek Sukolilo yang
terjadi di Ruko Klampis Mega, di Jl Klampis Ngasem Kamis (28/4) kemarin,
Petang kemarin beberapa tentara berperawakan besar mendatangi
Mapolrestabes. Terlihat diantara mereka adalah tentara dari kesatuan
marinir dan angkatan laut.

Maksud kedatangan mereka adalah hendak mengurus permasalahan yang sedang
dihadapi para mahasiswa Papua. Dari 11 orang yang diduga melakukan
pengeroyokan, 3 diantaranya telah diamankan oleh Resmob POlrestabes
Surabaya.

Masing-masing dari 3 tersangka tersebut adalah, Anista (25), Eglon Tarame
(26) dan Ronald Salosa(22). Data di kepolisian menyebut, Anista kos di
kawasan Dukuh Menanggal I/6, Surabaya merupakan mahasiswa semester VII
PGRI Adi Buana. Sedangkan, Eglon Tarame adalah alumni Universitas Tri
Tunggal kos di Jl Dinoyo Baru 38 A dan Ronald adalah mahasiswa Universitas
Adi Buana semester VII kos di Jl Nginden Semolo No 18 A.

Sersan Heri, seorang dari tentara dari komunitas Papua di Surabaya
mengaku, kedatangan mereka bermaksud untuk menengahi permasalahan teman
mereka. Diakuinya, selama ini, pihaknya selalu mendapatkan tugas membantu
teman sesama Papua yang mendapatkan masalah,

”Nggak. Nggak ada maksud lainnya,” kata Heri yang datang bersama Letda
Marthein di Mapolrestabes Surabaya, Kamis Petang (28/4/2011).

Menurut Heri, selama ini, para pemuda Papua itu tinggal di beberapa mess
di Surabaya. Tempat tinggal berupa rumah besar dengan beberapa kamar
tersebut berada di kawasan Jl Kalasan.

”Kebanyakan teman-teman saya itu dari Sorong. Tapi, kami tak segan untuk
memulangkan jika memang mereka telah meresahkan masyarakat,” katanya.

Meskipun begitu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Coki Manurung yang
terlihat menyesalkan insiden pengeroyokan yang mengakibatkan seorang dari
3 anak buah di jajarannya luka parah tersebut menyatakan tetap akan
melakukan proses terhadap kasus tersebut. ”Tetap. Kasus ini harus tetap
diproses, lanjut,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, insiden penganiayaan yang terjadi pada Kamis (28/4)
itu sempat menggegerkan warga di sekitar Ruko Klampis Mega, di Jl Klampis
Ngasem. Tiga polisi ditawur 11 mahasiswa Papua yang sedang pesta miras
saat melerai pertengakaran diantara mereka.

Kronologisnya, sekitar pukul 07.30, dua anggota polisi dari Polsek
Sukolilo yang sedang berjaga di sekitar Ruko Klampis Mega dan RS Haji
Sukolilo mendapati laporan warga. Keluhan warga yang dipalak tersebut
ditampung seorang polisi bertugas, Briptu Sugiarto. Anggota Unit Sabhara
Polsek Sukolilo itu bersama rekannya,Briptu Suryono menuju ke tempat
kejadian perkara (TKP) dengan menggunakan mobil patroli untuk membubarkan
pesta miras tersebut.

”Bukannya bergegas untuk bubar, belasan mahasiswa asal Papua tersebut malah
melampiaskan kemarahan dan langsung menggeroyok Sugiarto dan Suryono,”
tuturnya.

Mendengar ada keributan, datang seorang polisi lalu lintas, Briptu Fandi
Alfian yang sedang mengatur jalan di sekitar Klampis mencoba menghentikan
pemukulan. Namun sial, anggota polsek Sukolilo dari Unit Lantas itu malah
jadi bulan-bulanan puluhan mahasiswa Papua. rid/LI-08