LENSAINDONESIA.COM : Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim akan memberikan sanksi tegas bagi PNS yang ketahuan sedang tidur-tiduran di kantor/masjid dan membolos tanpa keterangan jelas selama bulan Puasa.

“Kalau sekedar ketiduran sekali dua kali sangsinya hanya teguran. Tapi kalo sampau bolos kerja sampai berhari-hari itu lain cerita, sangsi bisa penundaan gaji tau penurunan pangkat,”kata kepala BKD Provinsi Jatim Akma Budianto, Senin (1/8) di kantornya.

Agar suasana kerja berjalan tertib seperti hari-hari biasa, kata Akmal, BKD akan secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SKPD saat bulan puasa. Bahkan, BKD menerjunkan tim internal pemantau secara diam-diam yang memperhatikan gerak-gerak PNS saat bekerja waktu puasa.

“Puasa jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. PNS harus tetap bertugas, disiplin dan menjaga etos kerja seperti biasa. Dan kegitan sidak sebenarnya merupakan kegiatan rutin BKD,”ujarnya.

Menurut dia, jam kerja PNS di lingkungan pemprov selama bulan puasa menjadi pukul 08.00 pagi-15.00 siang untuk hari Senin-Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00-14.00 siang. Aturan jam kerja selama puasa itu sesuai dengan surat edaran Gubernur Jatim Soekarwo nomor 851/8617/212/2010.

Disinggu soal tingkat kehadiran PNS di seluruh SKPD dan unit kerja di hari pertama puasa Ramadhan, Akmal Budianto menyampaikan bahwa tingkat normal seperti hari-hario biasa, yakni sekitar 97 persen. “Yang 3 persen itu karena terlambat dan ada PNS yang sedang sakit,”pungkasnya. rid