LENSAINDONESIA.COM: Cheryl Audrey Jacqueline boru Radjagukguk, bayi berusia 5 bulan ini hilang dari rumahnya sejak Senin (1/8) malam sekitar pukul 20.30.

Diduga bayi perempuan pasangan Henny Marliana (28), dan Agus Buadiarto (34) itu diculik pembantunya yang baru dua minggu kerja. Adalah Ina Asriyana (34), nama pembantu rumah tangga tersebut.

Cheryl merupakan anak bungsu. Mereka tinggal di Kampung Ujungkarawang, Jalan Pendidikan RT 09/05, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Menurut Agus ketika ditemui di rumahnya, Rabu (3/8) sore, sejak sepeninggal Cheryl, istrinya menangis terus. Bahkan dia pingsan waktu tahu anaknya dibawa kabur.

Awalnya Cheryl ditinggal di rumah bersama Ina. Saat itu Agus mengantar kerja istrinya yang perawat di rumah sakit swasta di Tanjung Priok, Jakut.

Dengan menggunakan Honda Grand, ia mengajak serta dua anak, Angelica (5) dan Emanuel (3).

Sekitar Pukul 22:00, mereka kembali ke rumah. Tapi yang terjadi, rumah kosong. “Anak saya hilang, juga pembantu saya,” ungkapnya.

Panik, Agus langsung mencari-cari anaknya itu. Dari seorang tetangga, ia mengetahui bayi Cheryl dibawa keluar rumah oleh pembantunya sekitar pukul 20:30.

“Ada tetangga yang melihatnya,” kata karyawan sebuah perusahaan ekspedisi itu.

Meski khawatir, ia berharap wanita kurus bertinggi 150 cm dengan rambut sebahu dan luka pada pipi kirinya itu segera pulang bersama anaknya.

Namun, harapan tak menjadi kenyataan hingga hari berganti. Agus pun melapor ke Polsek Cakung. Namun karena belum 24 jam, maka laporan dianggap kehilangan biasa.

Kasi Humas Polsektro Cakung, Ipda Sutrisno membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dugaan penculikan terhadap balita Cheryl Audrey Jacqueline oleh PRT mereka.

Menurut Sutrisno pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. “Kita sedang lakukan pengembangan dan penyelidikan atas kasus ini,” kata Sutrisno.

Saat itu, bersama polisi, Agus mendatangi PT Tunas Karya, yayasan penyalur pembantu, di Kemayoran, Jakpus, tempat ia mendapatkan Ina.

Namun, wanita itu ternyata tak ada. Petugas penyalur pun mencarikan orang yang membawa Ina ke yayasan tersebut.

“Petugas yayasan juga kaget dengan kelakuan Ina. Sekarang orang yang membawa Ina sudah dimintai ketarangan polisi,” ungkapnya.

Tak menyerah, Agus melakukan upaya lain. Rumah Ina di kampungnya di Cipendeu, Subang, Jabar, didatangi. Namun, di rumah itu, jejak Ina juga tak terlacak.

“Orangtua Ina menerima kami dengan baik. Mereka mengaku nggak tau keberadaan anaknya dan berjanji akan selekasnya menghubungi kami kalau Ina pulang,” katanya.

Diakui Agus, selama dua minggu menjadi pembantu, mantan TKW yang setahun bekerja di Malaysia itu tak bekerja dengan baik. Ia kerap mendapat laporan dari tetangga, Ina sering membiarkan tiga anaknya di rumah sedangkan wanita itu pergi entah kemana.

Itu makanya, ia minta pada penyalur untuk menggantinya dengan pembantu lain. Namun, Agus pun menunggu penggantinya hingga akhirnya peristiwa penculikan itu terjadi.wk/pst/LI-07