LENSAINDONESIA.COM: Sebuah obat anti malaria baru yang dikembangkan di Cina telah diperkenalkan di Nigeria untuk mencegah penyebaran penyakit itu di negara Afrika barat tersebut. Obat bernama Artequick itu dikembangkan oleh Universitas Guangzhou jurusan Kedokteran Cina.

Sejumlah media Afrika menyebutkan, Jumat (5/8/2011), bahwa obat itu lebih efisien, kurang toksik dan lebih pas untuk pasien dibandingkan obat tradisional anti-malaria yang selama ini sudah dikenal.

Lebih dari 95 persen dari parasit malaria tewas dalam waktu 24 jam setelah menggunakan Artequick, ujar Song Jianping, seorang profesor medis dari universitas itu.

Obat ini telah memangkas prevalensi malaria pada Pulau Moheli di Komoro, Afrika timur menjadi kurang dari dua persen dari 23 persen, sejak proyek pengendalian malaria dilakukan oleh universitas pada tahun 2007. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), malaria diklaim menjangkiti setiap tahunnya lebih dari satu juta jiwa di seluruh dunia, anak-anak terutama di Afrika di bawah usia lima tahun. dhu/gnu/LI-08